Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Adikku Merebut Posisiku di Altar Pernikahan

Adikku Merebut Posisiku di Altar Pernikahan

Pada hari yang seharusnya menjadi hari pernikahanku, pengantinnya malah bukan aku. Upacara yang sudah kutunggu selama lima tahun berubah menjadi lelucon ketika Valentina, adik perempuanku, melangkah menyusuri lorong marmer dengan gaun pengantin putih. Lengannya melingkar di lengan Luca, pria yang seharusnya berdiri menungguku di altar. "Maafkan aku, Bianca," kata Valentina pelan. "Tapi hari ini kamu bukan lagi pengantinnya." Kemudian, dia menyentuh perutnya, matanya berkilat penuh kemenangan. "Aku hamil anak Luca." Kata-katanya meledak di dalam kepalaku dan seluruh duniaku seolah-olah mendadak sunyi. Seakan-akan takut aku tak akan memercayainya, dia mengangkat sesuatu yang mengilap ke arah cahaya. Gambar USG hitam putih. Tertulis jelas, usia kehamilan 12 minggu. Mataku terasa panas dan perih. Dengan mata berkaca-kaca, aku menoleh ke arah Luca, mati-matian mencari apa pun. Penyangkalan, penjelasan, ataupun penyesalan. Namun, dia hanya menghela napas, lelah dan pasrah. "Bianca, aku minta maaf," katanya tak berdaya. "Valentina nggak punya banyak waktu lagi. Pernikahan ini ... adalah permintaan terakhirnya." "Aku akan menebusnya," tambahnya. "Kita bisa mengadakan pernikahan lain nanti." Ayahku, Moretti, berdiri di belakangnya dengan ekspresi dingin yang sama seperti yang selalu dia tunjukkan sepanjang hidupku. Aku tak pernah melihatnya tersenyum kepadaku, bahkan sekali pun. "Bianca," katanya tajam. "Adikmu sekarat. Biarkan dia yang menikah hari ini." Kakak laki-lakiku mengangguk tanpa mengatakan sepatah kata pun, seolah-olah itu sudah cukup sebagai jawaban yang tegas. Sepanjang hidupku, mereka selalu memilih dia. Air matanya, keinginannya, kebutuhannya, semuanya lebih penting daripada aku. Hari ini pun tidak berbeda. Sesuatu di dalam diriku ada yang retak. Baiklah. Jika tak ada seorang pun di keluarga ini yang peduli padaku, aku akan pergi.
7.8K viewsCompletedAdded to Library 202 Times as gambar manipulasi
Read
+Library
Investor Asing

Investor Asing

Bunda Zayna, perempuan asal Parepare, Sulawesi Selatan, adalah seorang trader saham sekaligus konten kreator edukasi finansial yang dikenal cerdas dan berintegritas. Dari ruang kerjanya yang sederhana, ia membangun reputasi melalui analisis yang tajam dan sikap profesional. Di rumah, ia adalah ibu bagi Ana dan Ziyan, serta istri yang menjaga keharmonisan keluarganya dengan penuh kesetiaan. Tanpa pernah ia sadari, video-videonya ditonton oleh Karim—miliarder berdarah Turki-Bandung, pemilik kerajaan bisnis real estate, resort, dan tambang energi terbarukan. Di tengah ekspansi bisnisnya ke Indonesia dengan Bandung sebagai pusat operasional, Karim diam-diam mengagumi kecerdasan dan keteguhan prinsip Bunda Zayna. Pertemuan mereka terjadi melalui kerja sama investasi di Makassar. Karim menunjuk Bunda Zayna sebagai pengelola portofolio pribadinya. Namun ketika ia melihat langsung keharmonisan keluarga perempuan itu, hatinya goyah. Untuk pertama kalinya, Karim merasakan cinta yang tak bisa ia miliki. Ia berusaha mengikhlaskan. Di tengah pergulatan batin, Karim menyadari dirinya telah lama jauh dari Tuhan. Cinta yang mustahil itu justru membawanya kembali pada sholat dan doa. Orang tuanya, yang memahami perubahan itu, berusaha menjaga agar Karim tidak tenggelam terlalu dalam pada perasaan yang semu. Namun ujian sesungguhnya datang dari dunia investasi. Manuver bisnis yang kejam menyeret nama Bunda Zayna dalam isu manipulasi pasar, mengancam reputasinya. Karim harus memilih: menggunakan kekuasaannya untuk melindungi perempuan yang ia cintai, atau mundur demi menjaga kehormatan dan batas yang tak boleh dilanggar. Investor Asing adalah kisah tentang cinta yang hadir di waktu yang salah, tentang iman yang kembali tumbuh, dan tentang kesetiaan yang menjadi investasi paling berharga dalam kehidupan.
449 viewsOngoingAdded to Library 14 Times as gambar manipulasi
Read
+Library
Phoenix Rebirth: The rise of Akiyama

Phoenix Rebirth: The rise of Akiyama

Akiyama, seorang anak yang lahir dengan tanda mata aneh, dibesarkan dalam kesendirian setelah dikucilkan oleh desanya. Sejak lahir, dunia tempat tinggalnya telah dilanda tragedi besar, dan banyak yang percaya bahwa Akiyama adalah pertanda buruk. Namun, di dalam dirinya tersimpan kekuatan legendaris: kekuatan Phoenix yang tak terkalahkan. Dalam perjalanannya, Akiyama bertemu dengan berbagai sekutu dan musuh: Yumi, sahabatnya yang lembut dengan kemampuan penyembuhan; Ryu, pendekar angin yang dingin; Kohaku, bangsawan terbuang yang ahli dalam manipulasi cahaya dan kegelapan; dan Hikaru, si pemberontak yang menguasai api. Masing-masing memiliki kekuatan unik, tetapi juga terikat oleh masa lalu yang kelam. Di sisi lain, Akiyama menghadapi ancaman dari Ren, pemimpin Klan Kurogane yang berkemampuan telekinesis dan menggalang pemberontakan melawan kerajaan. Di balik semua konflik ini, sosok misterius Tsubaki selalu muncul, memperingatkan bahwa takdir mereka sudah tertulis. Namun, ancaman terbesar datang dari Zerathos, Raja Iblis yang telah lama tersegel. Ketika segel Zerathos mulai melemah, kegelapan merambah dunia, dan hanya Akiyama, dengan kekuatan Phoenix-nya yang masih belum sepenuhnya terbangkitkan, yang bisa menghentikan kehancuran total. Akiyama berdiri di atas tebing, melihat ke kejauhan. Akiyama: "Apa yang sebenarnya terjadi saat aku lahir? Kenapa aku... kenapa aku harus memiliki kekuatan ini?" Yumi muncul dari belakangnya, tersenyum lembut. Yumi: "Kekuatanmu adalah harapan terakhir dunia, Akiyama. Kau harus percaya pada dirimu." Ryu dengan tangan terlipat, mendekat tanpa memandangnya. Ryu: "Berhenti meragukan dirimu. Zerathos sudah mulai bergerak. Jika kau tidak bertindak sekarang, kita semua akan hancur." Hikaru mendekat, dengan api kecil berkobar di tangannya. Hikaru: "Kalau kau terlalu lama berpikir, aku akan menghadapi Zerathos sendiri! Tapi... jangan salah... aku tidak akan kalah darimu!" Akiyama menatap langit, merasa berat dengan takdir yang harus dihadapinya. Bayangan Zerathos mulai muncul dari balik awan. Akiyama: "Zerathos... Aku akan menghentikanmu, bagaimanapun caranya. Ini adalah nasibku." ---
1.1K viewsCompletedAdded to Library 31 Times as gambar manipulasi
Read
+Library
Kejutan Untuk Suami Sok Alim Ternyata Tukang Kawin

Kejutan Untuk Suami Sok Alim Ternyata Tukang Kawin

Mutiara Sukma
Sebuah pesan masuk ke dalam gawaiku, tak ada firasat apapun saat itu. Dengan santai pesan itu kubuka. Sebuah foto yang dikirim oleh nomor tak dikenal. Mataku membulat sempurna, tak percaya dengan apa yang kulihat, hingga berkali-kali aku memperhatikan bahkan sampai men-zoom foto itu sedetail mungkin, takut jika mata ini salah menyimpulkan. [Maafkan saya, Bu!] tulis si pengirim foto. Aku tak menghiraukan pesannya, butir demi butir air mengalir dari sudut mata, mengaburkan penglihatan. Menandakan bahwa foto itu membuat luka didalam sana. Sebuah foto resepsi pernikahan yang berlatarkan salah satu pemandangan di Puncak, tertampang nyata, sangat indah begitu pula dengan senyum dari kedua mempelai yang terlihat sempurna dan bahagia. Mas Arya, pengantin laki-laki yang kini sedang bersanding dengan seorang wanita muda dan cantik itu adalah suamiku. Suami yang sudah sepuluh tahun ini kuhaturkan bakti kepadanya. "Ma, Mama kenapa menangis?" cepatku susut air mataku dengan ujung jari, dan mematikan ponselku agar gambar yang begitu mengiris hati itu tak sampai terlihat oleh Alisa, putriku. "Ga, sayang. Mata Mama kelilipan," ungkapku asal. Kuraih tubuh mungil Alisa dalam pelukan, gadis lima tahun ini begitu sangat berarti bagiku. "Kak Alif mana sayang?" tanyaku mengalihkan pembicaraan. "Ada, Ma lagi di kamar, muraja'ah," Aku tersenyum getir. 'Mas, kita sudah punya putra dan putri yang begitu membanggakan, aku juga meninggalkan karierku demi berbakti kepadamu, kenapa masih saja curang dibelakang ku?' bisikku dalam hati. "Ma, Ayah kapan pulang?" Alisa bersandar didadaku, tanganku terulur membelai rambut panjang nan hitam milik Alisa. "Baru juga dua hari, Ayah pergi Nak, udah rindu aja," ujarku menggoda sambil menekan emosi dihati. Dua hari yang lalu, Mas Arya pamit akan ke Kalimantan mau mengurus bisnisnya. Aku yang tak begitu mengikuti perkembangan perusahaan, percaya saja padanya. Tak mungkin rasanya, Mas Arya mengkhianatiku dia lelaki yang baik, sholeh, penyayang dan selalu romantis. Namun, apa yang terjadi benar-benar diluar bayanganku
1024.9K viewsCompletedAdded to Library 970 Times as gambar manipulasi
Read
+Library
PREV
1234567
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status