PLAYER
“Maaf, maaf. Bukan karena presentasinya kok, silakan lanjutkan.”
Seorang lelaki yang memegang laser pointer masih berusaha menenangkan debaran jantungnya setelah beberapa detik sebelumnya mendengar umpatan dari sang direktur. Sinar kecil yang terarah ke layar LCD kini bergoyang karena tangannya masih bergetar hebat, meskipun Ervin sudah mengatakan kalau ia bukan mengumpati presentasinya.
“Lihat tu, anak orang gemeteran!” bisik Lily.
Hot Chapters