Audacity
"Fany, ini aku Alex. Aku tahu kamu belum tidur. Cahaya handphone menyelinap dari bawah."
"Bagaimana bisa kamu melihat cahaya dalam terang?"
"Nah, kan. Kamu belum tidur. Ayolah, aku mau bicara."
Ya Tuhan, jadi begitu caranya mengecek. Harusnya aku diam. Mengizinkannya masuk sama saja menyuruh serigala mendekati domba. Tidak, aku sudah kapok berada berdua saja di ruang sepi dengannya.
Menyalakan lampu, aku membuka pintu. Keluar menutup rapat kamar. Bagaimanapun dia membelikanku banyak barang, tidak etis jika tidak memberi senyum padanya. "Ada apa?"
Hot Chapters