Warisan Artefak Kuno
Namun, pendeta tersebut hanya menanggapi dengan anggukan kecil, seolah tidak ingin terlalu menarik perhatian, atas komentar pemuda itu.
Tak berapa lama, kapal dari Taiyang itu akhirnya sejajar dengan Kapal Naga Biru.
Semua mata tertuju pada tulisan besar di sisi kapal tersebut: Kapal Dewa Petir—sebuah kapal perang yang tampak garang.
Di geladak Kapal Dewa Petir, tentara-tentara berbaju zirah bergerak mondar-mandir, menjaga kapal dengan disiplin tinggi.