Sang Penakluk Dewa
tanya Tumenggung Bayangkara kepada Adipati Agung Triat Mojo.
“Hahaha, siapa aku tidak penting, yang jelas tugasku sekarang adalah membinasakanmu,” Adipati Triat Mojo tertawa.
Dia bertarung santai karena lawan sudah mendapat banyak luka.
Andai sang Adipati mau, dia bisa saja membunuh Tumenggung Bayangkara dalam waktu singkat. Tapi semua itu tidak dilakukannya karena masih ingin menikmati perang.
Sebagai salah satu panglima terkuat kerajaan Manggala, perang bagi sang Adipati adalah rumah.