Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Dia

Dia

"Iya, sama-sama Argan," Argan melirik gadis itu sekilas sebelum menenggak habis minuman itu. Kemudian dia mengulurkan kaleng yang sudah kosong itu pada gadis di sebelahnya. Lea yang melihat uluran kaleng kosong hanya bisa mengangkat alis bingung. Apa nih? "Titip," Lea masih tidak mengerti. Titip apa? Sampah? Argan mendecak, "Nggak ada tong sampah,"
102.8K viewsOngoingAdded to Library 59 Times as GL
Read
+Library
AURORA

AURORA

“Apa kau terkejut kali ini, Yveria? Kalau iya, sudahi keterkejutanmu itu dan kita memulai pembelajaran pertamamu sebagai seorang Seraphie!” Rasanya aku ingin mati lagi dan mengulangi semuanya jika bisa. To Be Continue. Ghoul : Mayat hidup atau Roh Jahat dalam Mitologi Arab.
106.3K viewsOngoingAdded to Library 125 Times as GL
Read
+Library
Home

Home

Runalla menepuk punggung Biru beberapa kali sebelum berkata, "Mas, kameranya belum aku matiin. Aku matiin dulu sebentar." Biru duduk di samping Runalla setelah kamera dimatikan. Di sana, dia melihat betapa berbakatnya sang istri dalam merias wajah. Runalla melepas softlense, silikon yang menempel pada wajah—silikon itu digunakan sebagai bahan dasar makeup prosthetic, serta nenghapus riasan wajah menggunakan kapas yang sudah diberi cairan makeup remover.
1013.1K viewsCompletedAdded to Library 315 Times as GL
Read
+Library
LEAK

LEAK

TUMBAL Kutatap mega kian menghitam Kelam berbalut shyam, hening Tak kudengar lagi suara rintihan Tiada lagi suara lolongan anjing liar Hanya gelap, tak ada siapa pun Yang hitam semakin pekat Yang kelabu semakin gelap gulita Tiada warna maupun rupa, hanya akara semata Semakin hening semakin syahdu Hanya ada aku dan semilir angin Di antara gemericik rinai menimpa daun Kidung malam mengalun perlahan Paksa menyinari sosok hitam Terkubur di antara pepohonan Andam karam di gelap malam Membawa janin manusia suci
9.917.0K viewsCompletedAdded to Library 491 Times as GL
Read
+Library
Elements

Elements

Ninna Krisna / Ninna KrisnamurtisilumanbangkitKembarsemangat
Tapi kali ini, seolah sedang memakai teleskop super, dia bisa melihat sejernih ketika melihat pada siang hari. Mobil itu semakin mendekat, sebuah Hummer bercat hitam. Dipa heran karena dirinya bisa melihat berapa banyak manusia yang berada di dalam mobil tersebut. Itu pun kalau mereka bisa dibilang manusia, karena aura yang mereka uarkan sangat menyeramkan, seolah mengancam dan menyiksa tanpa ampun untuk mendapatkan apa pun yang mereka inginkan. “Mereka menyeramkan sekali, Pa!” “Ooom…,” rengek Syifa.[]
102.9K viewsOngoingAdded to Library 104 Times as GL
Read
+Library
SPERANZA

SPERANZA

tanya Speranza sambil menunjuk ke dalam uks dengan dagunya. Byakta menatap ke dalam, dia menghela napas dan menatap Speranza dengan serius. "Yasa mengidap penyakit gagal ginjal," ujar Byakta dengan sedih. Tidak ada ekspresi terkejut di wajah Speranza. Dia sangat pandai menyembunyikan ekspresinya. "Apa dia akan mati dengan cepat?" tanya Speranza membuat Byakta melongo.
102.8K viewsOngoingAdded to Library 64 Times as GL
Read
+Library
ESCAPE

ESCAPE

ucap Pak Akbar kepada Bu Sasmi sembari melambaikan tangannya mengantar kepergian Bian, Ranti dan juga Ibunya. . Dilain sisi, Kevin tengah duduk sembari menatapi Aira yang terus saja mengoceh tentang koleksi makeupnya. Sesekali gadis itu menyemprotkan beberapa perfume untuk dipilih oleh Kevin mana yang paling cocok untuk dirinya. Sembari tersenyum polos, Aira terus saja berbuat iseng kepada Kevin.
103.1K viewsOngoingAdded to Library 124 Times as GL
Read
+Library
Choice

Choice

Ray menjulurkan lidahnya. “Mulai tahun depan aku cuma mau hadiah kamera.” Ray terkikik geli. “Yang lebih bagus, lebih mahal.” Reihan tersenyum sebal. “Tenang aja, kebon pete Tante Silva masih hektaran.” “Kebon jengkol Bapaknya Helen aja yang dijual.” Silva menimpali. “Baru panen, tuh.” “Nggak mau, nanti kameraku ikutan bau,” Ujar Ray. Mereka kompak tertawa.
102.6K viewsOngoingAdded to Library 86 Times as GL
Read
+Library
Mate

Mate

Intan Pitalokacintaperikoki
Aduh, kayaknya sakit gigi-ku kambuh lagi. “Kamu kenapa?” “Sakit gigi, Mas. Huhuhu…” aku memegangi pipiku sebelah kiri. Mas Wira membuka ranselnya. Lalu, mencari sesuatu. Ia menyodorkan obat. “Nih, minum.” “Obat apaan nih?” “Obat sakit gigi lah. Masa obat sakit hati.” Ingin rasanya aku menjitak kepala orang di depanku ini. Untung saja dia lebih tua dariku, jadi aku masih sedikit menghormatinya. “Soalnya aku biasanya minum ponstan atau paracetamol.”
104.1K viewsOngoingAdded to Library 146 Times as GL
Read
+Library
Alice

Alice

My babu Gatha Gak modal banget lu Aurisat Bodoamat, yang punya aja gak ngomel Lialol Gas kan ae lah, gw juga bosen dirumah Nialos Aku gak ikut, adek ku sakit Aurisat Yaelah ribet amat tinggal telantarin aja My babu Gatha Sesat Lialol 2 Nialos 3 Alice cantik Setuju nih gw sama Auri My babu Gatha Ketuanya aja udah sesat, apalagi anggotanya Alice cantik Kalau mau kerumah gw, mending gak usah ke apart gw aja Aurisat OTW (read) Alice menutup ponselnya ia segera membersihkan badan dan pergi ke apartemennya. Alice memang punya Apartemen sendiri dengan uangnya sendiri, tidak ada yang tau termasuk keluarganya.
106.0K viewsOn holdAdded to Library 126 Times as GL
Read
+Library
PREV
123456
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status