Pelajaran Panas Dengan Ayah Muridku
Dia sedikit mencondongkan tubuh.
Anindya bergeser sedikit, menjaga jarak tipis antara mereka. Dia berusaha fokus, tapi dari ujung pandangannya, dia bisa melihat tangan Arvendra bergerak di atas trackpad.
“Masalahnya bukan di hitungan, tapi di urutan asumsi. Kamu pakai biaya bangun per meter untuk tipe rumah standar, padahal proyek ini cluster menengah ke atas. Harga jualnya udah kamu naikin, tapi cost-nya masih acuan lama,” jelas Arvendra sambil mengetuk kolom dengan ujung jarinya.