BALASAN UNTUK SUAMIKU YANG PELIT
Ornamen pelengkap rumah itu juga terlihat cantik-cantik dan elegan.
Tapi, tak tunggu waktu satu minggu apalagi berbulan-bulan, watak mertuaku sungguh di luar nalar. Saat semua keluargaku pergi, dia memperlakukanku seperti pembantu. Dia kerap kali berkata kasar, mengumpat, menghinaku. Setelah bertahan selama dua bulan, aku pun meminta pindah dan Mas Fadli sanggup ambil rumah kontrakan. Kukira kebahagiaanku akan berlapis-lapis, rupanya tidak. Ternyata meskipun aku bersuamikan PNS, dia mengambil rumah kontrakan yang paling murah yang sudah sangat tua dan beraroma bau debu tembok. Mau tidak mau, aku sanggup asal jauh dari mertua bermulut bon cabe. Orang tuaku tahu aku kontrak rumah, tapi mereka
Hot Chapters