Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Cinderella After Marriage

Cinderella After Marriage

““Namaku Lairana Nora, panggil saja Nora,” senyum gadis polos yang berada di depan Tian cukup membuatnya sedikit tersipu, namun tetap saja gadis kampung sepertinya bukan selera Tian, kalau bukan karena persyaratan dari ayahnya untuk mendapatkan warisan, dia tentu saja tidak mau menikahi gadis kampung ini. Nora yang baru menginjakan kakinya di kota untuk menjalankan perjodohan yang di tawarkan orang tuanya masih tak percaya, dia merasa sedang bermimpi, bagaimana bisa gadis kampung sepertinya berjodoh dengan keluarga kaya raya, namun Nora yang polos hanya menuruti kata sang ayah, karena baginya tidak mungkin ayahnya hanya asal menjodohkan dirinya dengan orang lain. Nora merasa hidupnya seperti dongeng, menikah dengan Tian membuat dirinya hidup bagaikan Cinderella, tentu saja tidak semua gadis kampung sepertinya bisa menikahi laki-laki tampan dan terpandang, karena itu Nora berjanji pada keluarganya akan menjadi istri yang baik bagi suaminya nanti. Namun selama lima bulan pernikahan mereka, Nora merasa Tian belum juga bisa menerima dan mencintainya, meskipun Tian selalu memperlakukan Nora dengan sangat baik, namun Nora selalu merasa seperti istri pajangan bagi Tian, namun Nora selalu memaklumi Tian, Nora selalu bersabar dengan alasan pernikahan mereka berlangsung karena perjodohan, tapi apakah wajar bila selama lima bulan Tian belum juga menyentuh Nora meskipun hanya untuk menciumnya sesekali saja, tapi lagi-lagi Nora memaklumi sikap suaminya, Tian. Hari terus berganti saat perasaan cinta Nora kepada Tian sudah semakin dalam, tiba-tiba seorang wanita cantik datang kepada Nora, betapa terkejutnya Nora saat wanita itu mengaku dirinya adalah kekasih Tian dan sekarang sedang mengandung bayi hasil hubungan dengan suaminya.
106.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 141 kali sebagai hasil tes stifin
Baca
+Pustaka
Nyonya, Tuan Presdir Sedang Mencari Putrinya

Nyonya, Tuan Presdir Sedang Mencari Putrinya

Flora hancur. Ia pergi membawa luka dan sebuah rahasia besar—bahwa ia tengah mengandung anak Nathan yang kini berusia empat bulan dalam kandungannya. Tak ingin anaknya tumbuh dalam lingkungan penuh kebencian, Flora memilih untuk diam dan menghilang. Ia pindah ke sebuah desa terpencil bersama neneknya yang bernama Marlina, yang kini sudah rentan berusia 72 tahun, lalu melahirkan seorang bayi perempuan cantik dan manis yang ia beri nama Nayla, dia putih bermata khas seperti ayahnya. Flora Andini, seorang wanita yang kini berusia 24 tahun dan tubuh mungil itu harus membesarkan Nayla dengan penuh kasih sayang, menjalani kehidupan sederhana sebagai petani, meskipun hidup dalam keterbatasan, namun damai. Tiga tahun berlalu. Kehidupan Flora tampak tenang meski sering kali dihimpit kesulitan ekonomi. Nayla, putrinya, tumbuh menjadi gadis kecil yang cerdas dan manis. Namun, takdir kembali mempertemukannya dengan masa lalu. Perusahaan Marshall Group membuka sebuah proyek besar di dekat desa tempat Flora tinggal. Nathan turun langsung untuk meninjau proyek tersebut dan tanpa sengaja ia melihat Flora bersama Nayla. Seketika hatinya terusik—wajah Nayla terlalu mirip dengannya. Terlalu familiar untuknya. Didorong oleh rasa penasaran yang besar, Nathan meminta asistennya untuk melakukan penyelidikan. Hasil penyelidikan itu mengguncang hatinya: Nayla adalah anak kandungnya. "Nayla anakku, bukan anakmu! Ia bukan bagian dari keluarga Marshall!” seru Flora di malam itu, setelah Nathan mengembalikan Nayla yang sempat menghilang selama hampir 24 jam. Peristiwa itu membuat Flora dan neneknya panik bukan main. “Dia anakku, Flora! Kau tak bisa terus mengelak!” Nathan membalas dengan nada tinggi. “Bagaimanapun, darahku mengalir di tubuh Nayla. Ia adalah darah dagingku!”
658 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 25 kali sebagai hasil tes stifin
Baca
+Pustaka
(Bukan) Menikahi Suamimu

(Bukan) Menikahi Suamimu

Camaraderie
“Dia adalah anakmu.” Deg! Wanita bergaun hitam itu mematung seketika. Menatap foto hasil USG dengan janin di dalam kantong rahim yang diserahkan oleh Darius padanya. “A--apa kau bilang?”Suaranya tergantung, merasakan pasokan udara di sekitarnya habis seketika sampai dadanya merasa sesak. Dia semakin mengepalkan tangannya sekuat tenaga, menggigit bibirnya kuat-kuat agar tangisannya tak pecah saat itu juga. Sakit yang didera olehnya bertahun-tahun kini semakin bertambah. Maniknya menatap bengis pria yang tengah menatapnya dengan penuh sendu. “Persetan!!! Kembalikan anakku, Biadab!!!” teriaknya nyaring, menerjang tubuh besar itu dan memukulinya sambil terus menangis menjerit, tak kuasa menahan rasa sedih dan terkejutnya. Bahkan dia yang baru saja pulih harus menyadari fakta yang terkuak. Menikahi pria beristri dan kini membunuh calon buah hatinya dengan tega. *** “Ceraikan saja suamimu itu, kau tak bisa berharap apa-apa darinya. Pria itu terlalu pengecut untuk menjelaskan kalau dirinya mandul.” Lakshmi mengangkat gelas kopinya, menyesapnya perlahan sambil menikmati pahitnya. Bahkan wanita yang duduk di depannya itu pun ikut tercengang. "Kau ingin merebutnya dariku bukan?" desisnya. Sontak pertanyaan itu membuat Lakshmi pun tergelak. Menertawakan pertanyaan bodoh itu sendiri. "Hah? Aku? Hahaha! Bahkan aku ingin melihatnya mati terpuruk," tekannya. Dia mengibaskan rambut panjangnya congkak. “Kenapa? Dia mencintaimu Lakshmi. Tak bisakah kau melihatnya?” “Mencintaiku? Aku tak pernah percaya cinta. Bahkan saat dia tega menikahiku di saat aku masih berusia belia.” Lakshmita Arjanti, wanita yang memiliki mimpi besar namun harus kandas karena pada akhirnya dia dijual melalui pernikahan dengan Darius Raymond Mahendra. Dendamnya yang mengakar semakin menambah rasa bencinya sendiri. Bagaimana dia membalaskan dendamnya di saat tahu kalau calon buah hatinya pun dikorbankan tanpa dia tahu?
2.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 75 kali sebagai hasil tes stifin
Baca
+Pustaka
Sang Dukun Seruling Dan Muridnya

Sang Dukun Seruling Dan Muridnya

Gunung Kumulus terguncang oleh kabar tentang pembantai misterius. Monster level tinggi ditemukan hanya tinggal tulang. Kawanan predator berkumpul untuk membalas dendam. Mereka tidak tahu siapa lawan yang mampu menghancurkan ras mereka seorang diri. Arum Sekar muncul sebagai tokoh yang sama sekali tak biasa. Penampilannya lusuh. Baju dan serulingnya bernoda darah. Dia dukun seruling yang lebih mahir membunuh daripada memasak. Dengan tangan kosong dan seruling bambu yang menyimpan pisau, dia menumpas kawanan monster tanpa kesulitan. Sikapnya acuh sedikit gila, dia sering salah sasaran, tapi hasilnya tetap brutal. Sekar ingin mencari koki. Dia bisa menangkap ikan lebih besar dari elang dengan trik konyol. Tanpa sengaja dia menyaksikan konflik lain yang jauh lebih berbahaya. ... Lekir Maldawai adalah murid Arum Sekar. Ia memiliki banyak harta hasil warisan. Seluruh sukunya dibantai, termasuk guru yang pernah mengajarnya dulu. Entah apa penyebabnya, tetapi ia menyimpan misteri tentang asal-usulnya. Setelah bertahun-tahun bergaul bersama Arum Sekar, ia menjadi murid paling fanatik padanya. Suatu ketika, ingatannya yang disegel muncul kembali. Saat itu, ia mengingat bahwa guru yang kini ia hormati adalah pembantai seluruh sukunya. Ia murka, tetapi rasa sayangnya pada sang guru jauh lebih besar. Ia berpura-pura patuh dan mulai membuat masalah di belakang. Hingga akhirnya, ia mengetahui dari sebuah alam ilusi duplikat dari ingatan gurunya bahwa semua orang yang ada di sukunya dulu adalah orang bejat, mengetahui rahasia yang ia miliki, dan berniat memonopolinya dengan memanfaatkan rahasia tersebut. Ia mulai menyadari kesalahannya, menyesal setiap hari. Suku yang dulu merawatnya ternyata pembantai orang tuanya. Hanya guru yang benar-benar memperlakukannya dengan baik sejak awal hingga akhir.
842 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 20 kali sebagai hasil tes stifin
Baca
+Pustaka
Undian yang Menentukan Pernikahan

Undian yang Menentukan Pernikahan

Setiap malam Natal, pewaris Keluarga Mafia Marsa, Adrian Marsa, harus mengikuti tradisi keluarga, yaitu mengundi sebuah nama untuk menentukan apakah dia diizinkan menikah denganku. Karena aku, Irene Karsa, bukan keturunan mafia. Jika dia tidak menarik kertas undian bertuliskan namaku, dia tidak boleh menjadikanku istrinya. Selama empat tahun, Adrian sudah melakukan undian itu empat kali dan tidak sekali pun namaku yang terambil. Aku selalu mengira dia bertengkar dengan keluarganya karena aku, bahwa dia rela mempertaruhkan posisinya sebagai bos mafia hanya untuk memilihku. Setiap kali dia gagal, dia akan memelukku erat dan berbisik, "Nggak apa-apa. Masih ada tahun depan." Aku mencintainya sampai rasanya menyakitkan. Begitu sakitnya, sampai aku bersedia menunggu ... tahun demi tahun. Tahun ini, aku berkata pada diriku sendiri, "Kalau dia masih juga nggak menarik namaku, aku akan diam-diam menukar hasil undian itu." Aku menyelinap ke depan pintu ruang kerja Adrian, lalu mendengar adik laki-lakinya bertanya, "Bos, setiap tahun sebenarnya kamu menarik nama Irene. Kenapa kamu pura-pura nggak menarik namanya? Apa karena kamu masih belum bisa melepaskan Sera?" Namun, Adrian hanya menjawab dengan suara datar, "Sera membutuhkanku untuk urusan mendesak. Lakukan seperti biasa, tukar nama Irene dengan kertas kosong." Dia pergi tanpa menoleh. Alih-alih menukar, adiknya justru membuang kertas kosong itu ke tempat sampah, meninggalkan kertas bertuliskan namaku di atas meja, lalu bergegas menyusul Adrian. Aku masuk ke dalam. Mengambil kertas kosong dari tempat sampah dan menggantinya dengan kertas yang bertuliskan namaku. Membuang kertas bertuliskan namaku sendiri ke tong sampah. Adrian, aku tidak ingin menunggu dan menikah denganmu lagi. Aku akan memberimu pilihanmu.
8.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 162 kali sebagai hasil tes stifin
Baca
+Pustaka
Melepas Cintaku Demi Cintamu

Melepas Cintaku Demi Cintamu

"Rena, aku akan selalu mencintaimu!" desah Jeremy tak tertahankan. Tepat saat dia hampir mencapai klimaks, ponselnya tiba-tiba bergetar. Dalam kondisi seperti itu, tentu saja dia mengabaikannya. Namun tak lama kemudian, layar ponselnya menyala. Begitu Jeremy melihat nama yang tertera, tubuhnya langsung menegang. Rena mendengarnya mengangkat telepon dan berkata, "Halo?" Di tengah sunyinya malam, suara dari ponsel terdengar sangat jelas, "Jeremy, kamu tahu nggak ... Nadia ...." Jeremy buru-buru memotongnya dengan suara rendah dalam bahasa asing, "Kecilkan suaramu, ini bukan waktu yang tepat." Lawan bicaranya langsung berganti bahasa, tetapi suaranya tetap terdengar keras, "Hasil pemeriksaan rumah sakit sudah keluar. Nadia kena kanker stadium akhir. Hidupnya tinggal sebulan! Dia ingin jadi istrimu. Kamu bisa nggak kabulkan keinginan terakhirnya sebelum dia pergi?" Ekspresi Jeremy langsung berubah drastis. "Apa?! Tunggu aku!" Setelah menutup telepon, dia menoleh ke Rena dan berkata dengan lembut, "Rena, aku ada urusan penting, harus keluar sebentar. Kamu istirahat saja dulu, nanti aku segera balik." Tanpa menunggu jawaban darinya, Jeremy buru-buru pergi untuk bersih-bersih dan mengganti pakaian. Dia meninggalkan rumah tanpa menoleh sedikit pun. Sesaat kemudian, layar ponsel Rena menyala. Ternyata pesan dari Nadia. [ Rena, kamu kalah. Dari dulu aku sudah bilang, Jeremy itu milikku. ] Tepat di bawahnya, ada pesan lain yang dikirim tiga hari lalu. [ Kalau aku kena kanker, menurutmu Jeremy bakal ninggalin kamu buat datang ke aku nggak? Aku yakin dia pasti datang. ] Tatapan Rena perlahan terangkat dari layar ponsel ke arah pintu kamar yang masih terbuka. Jeremy tidak tahu, dia sudah lama belajar bahasa asing itu. Seluruh percakapan tadi, didengar dan dipahaminya dengan jelas. Sejenak kemudian, wajah Rena menyunggingkan senyuman yang begitu pahit dan menyedihkan. "Iya ... aku memang kalah ...."
6.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 139 kali sebagai hasil tes stifin
Baca
+Pustaka
Tatapan Mr. Whiteller Membuatku Berdebar

Tatapan Mr. Whiteller Membuatku Berdebar

Seorang wanita muda asal Indonesia, memulai perjalanan kariernya disebuah perusahaan di Jakarta. Ia mendapatkan kesempatan langka untuk mengerjakan proyek satu perusahaan besar di New York, ini merupakan batu loncatan yang dapat mengubah hidupnya. Namun, dibalik itu, ia dihantui oleh rasa minder akibat masalah bau tubuh yang ia alami. Meskipun sudah berusaha berbagai cara untuk mengatasinya, bau tubuhnya selalu menjadi bayang-bayang yang mengganggu setiap interaksi sosial, membuatnya merasa terisolasi dan tidak percaya diri. Di tengah perjuangannya untuk mengatasi rasa rendah diri, Emily bertemu dengan Mr.Whiteller, pria yang menarik dan misterius. Tatapan matanya yang tajam dan sikap profesional yang dingin membuat Emily merasa terkesan, namun juga cemas. Apakah bau tubuhnya akan mengganggu pria itu? Apakah Mr. Whiteller akan menerima dirinya dengan segala kekurangannya? Rasa takut dan harapan bercampur aduk dalam hatinya. Emily merasa terjebak antara keinginannya untuk lebih dekat dengan pria itu dan ketakutannya akan penolakan. Suatu hari, Mr. Whiteller meminta bantuan Emily untuk memilih beberapa barang dekorasi untuk rumahnya. Kesempatan ini membuat Emily semakin gugup, terlebih lagi ia khawatir bau tubuhnya akan tercium. Namun, tak disangka, kesempatan tersebut malah mengubah dinamika hubungan mereka. Mr. Whiteller mulai menunjukkan perhatian lebih padanya, dan Emily, yang awalnya merasa tak pantas, mulai merasakan ada harapan baru dalam dirinya. Apakah mungkin Mr. Whiteller melihat dirinya lebih dari sekadar partner kerja? Ataukah ia hanya merasa kasihan? Namun, seiring berjalannya waktu, hubungan mereka menjadi semakin rumit. Emily berusaha keras mengatasi insekuritasnya, sementara perasaan antara dia dan Mr. Whiteller berkembang, meskipun banyak hal yang belum terungkap di antara mereka. Emily merasa berada dipersimpangan antara memperjuangkan hubungan yang belum jelas dan tetap berfokus pada impian dan kariernya. Tantangan terbesar datang ketika Emily menyadari bahwa tak semua perjuangan membuahkan hasil yang diharapkan. Dalam perjalanan mencari penerimaan diri dan cinta sejati, Emily harus menghadapi kenyataan pahit—bahwa harapan seringkali tidak selalu terwujud.
1.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 45 kali sebagai hasil tes stifin
Baca
+Pustaka
BARA CINTA TERLARANG

BARA CINTA TERLARANG

Aku, Jessika Widiantoro, mahasiswa semester lima pada fakultas Ekonomi sebuah universitas swasta yang terkenal, anak yatim, ayahku telah meninggal . Ibu tinggal di kota kecil bersama dua adikku yang masih sekolah. Sejak kecil Jeje, nama panggilanku ingin menjadi akuntan. Setiap jenjang sekolah aku mendapat beasiswa. Setelah tamat SMA , aku ingin masuk fakultas ekonomi , ibuku tidak merestui .Dengan memberanikan diri aku mengikuti jalur prestasi Universitas Negeri dan Universitas Swasta. Aku lolos. Masalahnya aku lolos dari jalur prestasi universitas swasta yang terkenal dengan biaya yang tinggi, meskipun hanya iseng-iseng karena tidak dipungut biaya pendaftaran. Aku mengacuhkan permintaan ibu agar membatalkan niatku Berbekal uang hasil jualan kue di kantin sekolah, sejak SD sampai SMA, aku dan Sari berangkat ke ibu kota. Kami tinggal di rumah oomnya Sari, pak Bima adalah dosen pada fakultas ekonomi di mana aku lolos seleksi jalur prestasi. Awalnya semua berjalan lurus-lurus saja, kemudian hidupku berbalik ketika oom Bima memintaku untuk membawa laporan audit untuk temannya. Sejak pertemuan pertama, aku sering ke di apartemen oom Bulus, diminta membuat laporan keuangan pribadinya . Aku menganggap oom Bulus sebagai ayahku, mungkin karena perbedaan usia kami sangat jauh, aku berusia 23 tahun dan dia berusia 45 tahun, sama dengan usia ibuku. Untuk mendapatkan uang bulanan setiap bulan ,Oom Bulus mengikatku dengan “Kontrak teman kencan “ selama tiga tahun. Aku menerimanya karena aku bingung membayar uang semester, membayar sekolah adik-adikku dan biaya kost. Aku mendapat imbalan gaji sebesar lima juta per bulan .Aku menerima kontrak yang diajukan oom Bulus karena item ke lima, yakni No s*ks di antara kita. Oom Bulus mengaku dia hanya staf yang dipercayakan oleh bosnya yang mempunyai perusahaan yang tinggal di luar negeri. Aku percaya saja, karena penampilan biasa-biasa saja, apartemennya juga biasa-biasa saja. Seringnya kami bersama-sama membuat ada getaran-getaran di tubuhku. Oom menawariku wine. Dalam keadaan mabuk aku terjatuh dalam bara cinta terlarang.
95.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 99 kali sebagai hasil tes stifin
Baca
+Pustaka
Biarkan Angin yang Akan Memaafkanmu

Biarkan Angin yang Akan Memaafkanmu

Malam sebelum pernikahan, aku dan kakak angkatku diculik dalam perjalanan pulang. Keluargaku mengirimkan uang tebusan, tetapi jumlahnya hanya cukup untuk membebaskan kakak angkatku saja. Aku pun diseret ke sebuah pabrik terbengkalai dan disiksa serta dilecehkan selama tiga hari tiga malam. Begitu tunanganku mengetahuinya, dia segera mengeluarkan pernyataan yang dingin. [Nona Muda Keluarga Ambara telah ternoda. Dia nggak lagi pantas menjadi istriku. Pernikahan antara Keluarga Ambara dan Keluarga Wirasena kini dialihkan kepada putri sulung, Diva Ambara.] Aku menjadi bahan tertawaan di seluruh sosialita Cimayang. Orang tuaku pun merasa malu dan mengusirku dari rumah. Di saat aku berniat mengakhiri hidup, Juna Mahendra, putra sulung Keluarga Mahendra yang merupakan satu dari sepuluh keluarga paling berpengaruh di Kota Cimayang, mendadak muncul. Dia mendekapku erat dan berkata sambil terisak bahwa dia tidak peduli dengan masa laluku. Dia bahkan menggelar pesta pernikahan abad ini yang begitu megah untukku. Karena khawatir aku trauma, selama dua tahun pernikahan, dia sama sekali tidak menyentuhku. Di bawah penjagaannya yang tulus, kesehatan fisik dan mentalku perlahan pulih, hingga akhirnya aku menerima cintanya. Satu bulan kemudian, saat aku membawa hasil pemeriksaan kehamilan dan bermaksud berbagi kabar gembira ini dengannya, tanpa sengaja aku mendengar percakapannya dengan mantan tunanganku, Arya Wirasena. "Juna, aku benaran nggak habis pikir sama kamu. Dulu, demi bantuin Diva, kamu tega bawa orang buat ngelecehin Maya. Tapi, sekarang, kamu malah sengaja bikin dia hamil. Mau kamu apa, sih?" Juna mengibaskan tangan, suaranya datar tanpa emosi. "Anak Diva lagi sakit. Dia butuh darah tali pusar bayi buat bertahan hidup, sedangkan kondisi badan Diva sendiri juga lemah." "Maya dulu pernah disiksa kayak gitu saja badannya bisa balik sehat, jadi dia pasti kuat buat melahirkan. Kalau satu anak nggak cukup, ya dua. Kalau dua nggak cukup, ya tiga!" "Memang kejam, sih. Tapi, aku bakal tebus itu dengan nemenin dia seumur hidupku. Buat dia, kompensasi kayak gitu harusnya sudah lebih dari cukup."
2.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 81 kali sebagai hasil tes stifin
Baca
+Pustaka
Kubeli Suamiku Dari Keluarganya

Kubeli Suamiku Dari Keluarganya

Inoeng Loebis
Rio (35 Tahun) memiliki seorang istri (Rumi) dan dua anak (Rivo dan Alya) Ia seorang pengusaha bengkel dan jual beli sparepart, selain buka usaha Rio juga karyawan di salah satu perusahaan Migas. Rio hidup sederhana walau gaji dan usahanya sangat lumayan, sebab, ia adalah tulang punggung keluarga, ayah Rio sudah meninggal dunia, namun, tidak satupun ada yang tahu kalau ayah Rio sudah tiada. Rio hanya mengetahui kalau ayahnya adalah Santoso suami dari Sari. Hingga ia merasa bertanggungjawab menghidupi tiga adik-adiknya di kampung yang berstatus tidak yatim. Di tengah perjalanan hidupnya. Usaha yang dirintisnya matia-matian bersama sang istri bangkrut, kebangkrutan itu disebabkan saudara yang ia percaya mengelolanya melarikan diri dengan menjual beberapa isi toko dan membawa sejumlah uang hasil penjualan. Banyaknya beban pikiran membuat Rio tidak konsentrasi bekerja. Ia turut dipecat dari perusahaan sebab dianggap tidak produktif, indisipliner dan kurang berkontribusi. Rio memutuskan membawa sang istri dan anak-anak pulang ke kampung, tinggal bersama orangtuanya. Namun, keadaan Rio yang jatuh miskin tidak diterima keluarganya. Bahkan adik-adiknya suka menghina Rumi, sang istri tercinta. Rivo dan Alya mendapat perlakuan kasar dari ibu dan saudara Rio. Bahkan Sari, ibu Rio tiba-tiba berbicara soal warisan di tengah kemalangan demi kemalangan yang menimpa Rio. Warisan peninggalan ayah Rio yang akan dijual, anehnya warisan itu sebagian sudah tertulis atas nama adik-adiknya. Nama Rio juga tidak tercantum dalam daftar warisan kebun karet yang keluarganya miliki. Naas tak dapat ditolak, suatu hari Rio kemalangan, dipatuk ular ketika memancing di sawah. Rio lumpuh, kakinya tidak bisa berjalan. Kejadian itu mengakibatkan ekonomi keluarga kecilnya ikut lumpuh total. Sari, ibu Rio justru menunjukkan sikap blak-blakan membenci Rumi namun masih berpura-pura baik pada Rio. Bahkan dengan tega menghadirkan perempuan lain di kehidupan Rio. Rena Arumi bertindak, Rumi terbelalak kaget menemukan bukti, ternyata kelumpuhan suaminya sudah diatur oleh Sari, ibu kandung Rio sendiri. Kuy ... baca!
1015.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 345 kali sebagai hasil tes stifin
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
252627282930
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status