Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
TERNYATA ISTRI PEMBAWA HOKI ITU (TIREN)

TERNYATA ISTRI PEMBAWA HOKI ITU (TIREN)

Hening menyelimuti sungai, hanya suara air yang beriak pelan, seolah menyimpan misteri cinta yang belum terucap. Setelah cukup lama hanya diam sambil memutarkan tatapannya. Parman, kembali berteriak. "Hai siapa yang berbisik padaku? Benarkah kau yang telah menolongku? Jika benar, siapa kamu? Kenapa kamu tidak pernah menampakan wujud semenjak pertama kali memberitahukan padaku, kalau di tempat ini banyak ikannya?"
10546 viewsOngoingAdded to Library 11 Times as hikari e
Read
+Library
MAIN HATI

MAIN HATI

“Tanpa paksaan. Kuberi kau imbalan bagus sebagai hadiahnya.” Jangan gegabah, Lila! Jangan gila dan jangan bodoh! “Baiknya, aku menolak pria tanpa nama yang ingin tidur denganku.” Dia terkekeh geli. Sudah membuatku berada begitu cepat di atas pangkuannya. “Aaron Heimir.” Dia memberitahuku sambil melepaskan ikatan di kedua tanganku yang nyaris kebas. Tanganku gemetar, tapi mendadak bisa kugunakam untuk membelai wajahnya seolah aku senang melakukan ini. “Kau terlihat lebih muda dariku.”
3.0K viewsCompletedAdded to Library 77 Times as hikari e
Read
+Library
CINTAKU EKSKLUSIF

CINTAKU EKSKLUSIF

Kyaaaa! "Tak ada jalan lain, kak. Kakak harus segera memutuskan segala kontak hubungan dengan Angel demi mencegah hal-hal yang tidak diinginkan," saran Y. Meganathan berkata, "Dick Garrison… gue baru saja riset dia di G****e. Dia baru saja divonis bebas dari kasus sidang atas dakwaan pembunuhan Ibnu Khosasih, ketua mafia dari kelompok Kobra. Berdasarkan profil peluru yang ditemukan di TKP, yaitu Winchester Magnum kaliber 300 atau disingkat .300 Win Mag, tampaknya ia dibunuh dari jarak jauh oleh seorang sniper. Karena peluru tersebut merupakan darling para sniper bahkan bagi pihak militer di seluruh dunia, karena kemampuannya meluncur dengan kecepatan dan presisi yang tinggi."
104.0K viewsOngoingAdded to Library 136 Times as hikari e
Read
+Library
Cahaya Biru

Cahaya Biru

tegur papa dengan lembut. Hah! Aku mengedipkan kedua mataku, sekilas aku melirik ke arah Biru yang tampak dingin. Dengan ragu aku meraih tangan Biru yang terulur menggantung di udara. Aku mencium punggung tangannya. "Biru, kamu cium kening Cahaya," ucap Bu Siska yang membuatku berdiri mematung. "Demi apa? Biru mau cium kening gue? Nggak, ini nggak boleh terjadi!" batinku dengan kedua mata terpejam rapat.
1.3K viewsOngoingAdded to Library 26 Times as hikari e
Read
+Library
Kyraka
Read
+Library
PREV
1234
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status