Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Pagi yang Enggan Kembali

Pagi yang Enggan Kembali

Dia sedang mencoba ikhlas, dan terus akan begitu. Ibarat makanan, kasus itu mungkin dapat dibilang kadaluarsa. Benar-benar terlupa. Bukan saja Ria yang menyerah bertindak, keluarga di rumah pun makin tak punya muka untuk terus menuntut. Mereka semakin diabaikan. Maka keputusan pun jatuh pada pilihan yang sama: mengikhlaskan.
1.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 43 kali sebagai hopeless
Baca
+Pustaka
Mistpouffer

Mistpouffer

“Karena kita tahu kalau hubungan kita enggak memiliki harapan. Aku akan mati dua tahun lagi dan Namika yang ingin melanjutkan pendidikannya di Kanada. Enggak ada akhir yang bahagia untuk kita.” Arjuna mengembuskan napasnya. Dia kemudian memegang bahu Aruna. “Hey, kalau kamu butuh teman cerita, kamu bisa langsung chat aku. Aku lihat kamu kayaknya enggak pernah berusaha menceritakan masalah hidupmu.”
1.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 47 kali sebagai hopeless
Baca
+Pustaka
UNHAPPY MARRIAGE

UNHAPPY MARRIAGE

Jawab Andre, sembari menahan amarahnya yang memang dalam keadaan pusing dan banyak masalah,kini berganti dengan amarah yang kian meledak ledak saja. Andre sejenak menahan kesabaran dalam hati dan sanubari, setelah melihat sebuah kenyataan yang tertulis itu berbalik menjadi sebuah mimpi buruk. Ya, tidak seindah harapan dan mimpi serta anggan rencana setelah mereka menikah, harapan untuk memiliki keturunan kini kian pudar saja di depan mata. Dokter hanya menggeleng, sebuah pertanda jika harapan itu memang tidak ada bahkan tidak mungkin.
103.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 75 kali sebagai hopeless
Baca
+Pustaka
Love life hope

Love life hope

Foto Sandy dan nomor ponsel yang memenuhi layar tersebut. "Aku benci melakukan hal ini diluar rumah Nana, kondisinya tidak menguntungkan, dan komputer biasa bisa rusak jika tak dilengkapi peralatan yang memadai." Ucap Leon dengan suara datar, dia mengelap kacamatanya yang berembun, lalu menyampirkan kembali di wajahnya. "Jadi?" "Kalian berdua boleh kembali jika mau, aku akan menormalkan kembali programnya, Len, antar Nana balik ke kelas yah."
3.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 96 kali sebagai hopeless
Baca
+Pustaka
BROKEN

BROKEN

Mereka pingsan. Di rumah sakit, kondisi Jess memburuk. Wanita itu mengalami anoxic anoxia. Kondisi yang demikian membuat Jess berada di antara hidup dan mati. Di alam bawah sadar, Jess tetiba terjebak di tempat yang asing, di sebuah bangunan tua yang hanya disinari oleh cahaya lilin. "Hello! Hello!" teriak Jess. Tidak ada yang menyahut. Hanya suara burung malam yang cukup membuat tengkuknya merinding.
108.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 186 kali sebagai hopeless
Baca
+Pustaka
TRASHY

TRASHY

Pundak itu masih bergetar, sulit menopang kesedihan yang dirasa teramat berat. Suara sesenggukan Diana juga tak kunjung hilang atau setidaknya, sedikit saja kesedihan itu berkurang. Namun tidak, dia layaknya manusia yang kehilangan harapan. Benar-benar gadis malang yang tak tahu bahagianya itu kapan akan datang. Dan ya... Bukan saat ini saja dirinya merasa sendirian, besok-besok setelah melalui hari-hari, Diana dalam hati meyakini kalau kesendiriannya akan abadi.
103.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 109 kali sebagai hopeless
Baca
+Pustaka
Depression

Depression

A : Gimana kabarnya hari ini? Mr. A : Menyenangkan? Luna : Hai, Mr. A. Luna : Ke mana aja? Luna : Udah berbulan-bulan gak ada kabar? Mr. A : Oh, kamu mencari saya? Luna : Hahaha. Gak lah. Enggak salah lagi maksudnya. Hehehe. Mr. A : Apa yang membuat kamu mencari saya? Luna : Ya sepi aja gitu hape aku jadinya gak ada chat dari kamu.
103.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 62 kali sebagai hopeless
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status