Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Bukan Pengawal Biasa

Bukan Pengawal Biasa

“Mereka selalu seperti itu. Menciptakan sesuatu seolah benar, padahal nyatanya tidak ada yang masuk akal.” Pandangan Krystal bergerak padanya. “Apa salah satu dari mereka termasuk dirimu?” “Tentu saja tidak!” tampik Art. “Aku suka hal-hal yang jelas dan berdasar.” Terdengar percaya diri, namun jauh di dalam hati sebenarnya dia mengutuk diri sendiri. “Jika aku ikuti apa perbuatan mereka ....” Art melanjutkan, “Saat kau yang berkaca, maka namanya akan berubah menjadi Danau Krystal.”
101.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 36 kali sebagai hopeless arti
Baca
+Pustaka
Heartless

Heartless

Setiap detiknya terlalu berharga buat disia-siakan demi basa-basi nggak penting, pikir Arion. "Well. Well. Arion Anderson. Long time no see!" Lagi pula, orang di sebelahnya ini terkenal pembuka obrolan ulung. Perempuan di penghujung tiga puluhan yang antusias, ceria, dan terdengar sedikit mabuk. Arion memalingkan wajah dan memamerkan ekspresi terkejut.
102.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 66 kali sebagai hopeless arti
Baca
+Pustaka
SPERANZA

SPERANZA

tanya Speranza acuh tak acuh. Arzan terkekeh kecil. "Kau tahu? Yasa adalah anak kesayangan mama dan papa. Mereka hanya ingin yang terbaik untuk Yasa." "Dan yang terburuk untuk mu," sambung Speranza dan membuang rokoknya. Arzan terdiam. Dia mendorong Speranza ke dinding dan menaruh salah satu tangannya disamping kepala Speranza. Speranza menatap tangan Arzan yang berotot dan penuh urat. Arzan menatap Speranza dengan tatapan yang begitu aneh.
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 98 kali sebagai hopeless arti
Baca
+Pustaka
Segala Harapan dan Kerinduan Hanyalah Kehampaan

Segala Harapan dan Kerinduan Hanyalah Kehampaan

Tangisan bayi bercampur dengan tangisan Merry. Sambil menopang perutnya yang terasa makin berat, Adeline tidak percaya bahwa Merry tega mencelakai anaknya sendiri. Bayi itu baru saja lahir, tetapi dia sanggup menjatuhkannya ke lantai? "Maaf, Kak Adeline, aku salah. Aku nggak berani lagi berharap bisa menikah dengan Morgan. Aku pasti bakal membawa anakku pergi sejauh mungkin. Tolong, jangan sakiti kami lagi, ya?"
2.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 88 kali sebagai hopeless arti
Baca
+Pustaka
Broken Vessel

Broken Vessel

Pria itu lenyap bersama bayangan hitamku. Kapten bergidik ngeri. "Saya tetap merasa takut walaupun sudah beberapa kali saya melihat 'Arte' milikmu." Aku terdiam saja sambil menatap tanganku. 'Arte' ini memang mengerikan, bahkan aku pun takut terhadap kekuatanku sendiri, kegelapan yang dapat melahap apa saja.
109.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 237 kali sebagai hopeless arti
Baca
+Pustaka
Love life hope

Love life hope

Nana terlihat mengawan, tatapannya kosong "Jangan bilang kamu," Rion langsung menaruh jari telunjuk di mulutnya. "Rahasia kita berdua yah, hanya para pelukis yang tahu riwayatku. Tapi kok bisa tau? Aku kan gak terkenal di sini." "Aku suka ngikutin hal-hal yang menyangkut tentang seni. Kok bisa sih berakhir disini, padahal kan banyak yang nawarin sekolah bagus diluar?"
3.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 90 kali sebagai hopeless arti
Baca
+Pustaka
Mr Genius

Mr Genius

Ketika ia sedang melukis ia biasanya lupa waktu dan tak ingat makan, terlebih lagi hatinya sedang kalut setelah mendengar kabar tentang Athena yang terbunuh di Palmyra Atoll. Heilen mulai prihatin melihat wajah Arthur yang terlihat letih dan pucat. Heilen menghampiri pria yang tak banyak bicara itu. "Arthur, makanlah dulu kalau tak mau cepat mati. Apa kamu cukup kenyang dengan memandang lukisan itu! " Ketus Heilen sambil memandang guratan-guratan cat minyak yang belum berbentuk jelas di atas kanvas. Sekilas lihat Heilen bisa menyimpulkan sepertinya itu bayangan sosok seorang gadis, hanya saja lukisan itu belum selesai jadi Heilen kurang yakin. Di sudut atas kanvas sudah tertulis "l miss you
105.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 113 kali sebagai hopeless arti
Baca
+Pustaka
Satu Miliar Untuk ART

Satu Miliar Untuk ART

Sekarang Belda duduk di kursi roda, dirinya sudah tidak kuat untuk berdiri, Perta dengan setia selalu menemani Belda di sela-sela kerjanya. "Aku carikan art ya, rasanya aku tidak tega meninggalkan kamu sendirian di rumah," ucap Perta sebelum berangkat kerja. "Tidak usah Perta, aku takut gajimu tidak cukup untuk membayar art. Kamu tahu sendiri kan zaman sekarang, art itu mahal," tukas Belda yang merasa keberatan. "Sudahlah tidak masalah, Aku khawatir kalau penyakitmu tiba-tiba kamu bagaimana? Sedangkan aku tidak bisa menemanimu setiap waktu di sini," ucap Perta dengan cemas.
104.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 108 kali sebagai hopeless arti
Baca
+Pustaka
ARTI SEBUAH PERBEDAAN

ARTI SEBUAH PERBEDAAN

ARTI SEBUAH PERBEDAAN. CERITA ANDI. ( 1 ) Saya hanya dapat tersenyum getir mendengar semua itu, sebegitu rumitkah kehidupan saya ini, dapatkah Kartika Lee hidup dengan keadaan ini? Kapan saya dapat menjangkau gadis itu? Haruskah saya memantaunya dari sekarang? Takumi Zhang juga belum melepas keinginannya. “Ah, apa yang harus saya lakukan kedepannya.’monolog Robert bingung.
1010.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 398 kali sebagai hopeless arti
Tampilkan Ulasan (22)
Baca
+Pustaka
Masandra
hallo para pembaca saya, terima kasih ya. hayo kasih masukan. Apakah ada yang senang jika saya perkenalkan Robert Zhang sama dengan Kartika lee? tapi ya, masih harus berjuang keras Robert untuk menaklukkan Kartika yang cuek itu.
repetition
Ceritanya bagus, kak. Kalo berkenan, bisa mampir ke ceritaku, ya. Judulnya "Anak-Istri Kalah dengan Teman Suami." Kisah ini menceritakan sosok perempuan tangguh yang berjuang untuk mempertahankan keluarganya. Terinspirasi dari kisah nyata, terima kasih ...️
Baca Semua Ulasan
Aku Bukan ART Keluargamu

Aku Bukan ART Keluargamu

Selama ini tenaganya begitu dikuras, terutama oleh ibu mertuanya yang selalu memperlakukannya seperti seorang ART yang harus mengerjakan semua pekerjaan rumah. Narita yang sedari tadi sudah berada di rumah kontrakan Risa dan Zein, tak ada niatan sedikit pun untuk menyumbangkan makanan untuk anaknya. Tampak Narita agak salah tingkah di hadapan besannya. Padahal selama ini dia punya usaha catering kecil-kecilan. Bisa saja dia memasak di rumahnya sebelum berangkat ke rumah kontrakan anaknya. Namun, hal itu tidak dilakukannya.
101.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 35 kali sebagai hopeless arti
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
12
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status