Kakak Ipar Adalah Maut
Mendengar itu Calya lemas di tempat, dia tidak bisa berbuat apa-apa tapi dia berusaha membantah dengan suara yang parau dan gemetar, “Bima, lo yang gila ya, jangan ngehalu, selama ini bukannya lo yang selalu dapat perawatan dari dokter karena lo depresi dan …”
Bima menyunggingkan senyumannya dan menjawab, “Itu semua perbuatan lo kan? Seolah bikin gue sakit jiwa dan gue harus disingkirin, gue harus hidup jauh di luar negeri seolah gue harus healing selama ini, sialan!”
“Bima, lepasin, sakit, jangan berbuat …”
“Apa … sakit? Baru begini lo bilang sakit, gimana sama …”