Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Undefined Hurt

Undefined Hurt

Jika dilakukan suatu pengandaian, maka hati Kia bagaikan langit yang tengah mendung dan siap menumpahkan hujannya kapan pun ia mau. Gadis itu menghela napasnya. Rasanya kehidupannya begitu berat untuk dijalani. Hidupnya bagaikan sebuah kesalahan, sehingga tak ada satupun orang yang mampu menghargainya. Hanya bi Tari dan Karen yang membuat hidupnya terasa masih berguna. Mungkin, jika tidak ada bi Tari dan Karen yang selalu menyemangatinya, Kia sendiri tidak tahu lagi apa yang mesti ia lakukan. “Pagi-pagi gini, udah melamun aja. Ada masalah?”
2.8K viewsOngoingAdded to Library 69 Times as helplessness
Read
+Library
Unexpected Feeling

Unexpected Feeling

Indira menatap mereka berdua dengan ragu “Aku nggak boleh terlalu lelah karena punya sakit.” “Kasih surat kalau memang nggak boleh, kami harus objektif bukan seenaknya sendiri.” Wahyu berkata dengan nada tegas. Indira terdiam, menundukkan kepalanya. Tidak mungkin dirinya mengatakan sebenarnya tentang penyakitnya, mereka berdua tidak akan paham dengan penyakit yang dirinya punya. Tidak semua paham dengan penyakit yang dia rasakan, orang juga tidak akan percaya dengan semua yang dikatakannya.
106.0K viewsCompletedAdded to Library 125 Times as helplessness
Read
+Library
TRAUMA

TRAUMA

Kehilangan semacam ini, terasa sangat sulit untuk diterima. … Park Hajin tidak mengerti, lelaki itu mendesah panjang dan menatap semua orang dengan pandangan tidak habis pikir. “Sebenarnya ada apa dengan dunia ini?” gumam Hajin pada udara kosong di sekitarnya. Di halaman besar yang di penuhi orang-orang dengan pakaian serba hitam itu, Hajin melihat keberadaan orang-orang yang tidak Hjin sukai keberadaannya.
1010.7K viewsCompletedAdded to Library 341 Times as helplessness
Read
+Library
Happiness is Unwanted

Happiness is Unwanted

"Ini sudah lebih dari jam pulang kantor. Pulanglah." "Tapi Pak...." "Tidak ada yang perlu dicemaskan Rud." Tutur Hendra tak enak hati. "Apa bapak yakin baik baik saja?" Hendra tertawa getir. Dia tidak bisa lagi mengelak. "Bagaimana ini Rud. Teman-teman saya tidak ada yang bisa membantu." Lirih Hendra kecewa. "Kenapa saat saya sedang susah, mereka malah menghindar?" sambungnya.
9.99.5K viewsOngoingAdded to Library 265 Times as helplessness
Read
+Library
Remorse

Remorse

Tak ada hal istimewa yang mampu membuatnya tertawa. Di pagi hari yang cerah dengan terik matahari yang bersinar terang tanpa peduli akan keadaannya. Cuaca hari ini sangat bertolak belakang dengan perasaannya. Nadya hanya duduk terdiam di kursi pojok ruangan. Tak henti-hentinya pikiran tentang Frida dan Rangga berkeliaran di kepalanya akhir-akhir ini. Entah itu karena benci ataupun merasa bersalah. Sebenarnya dia bukanlah sosok yang bisa membenci orang lain hanya karena hal sepele seperti ini. Mungkin saat ini Nadya masih bingung harus bersikap seperti apa.
103.1K viewsCompletedAdded to Library 117 Times as helplessness
Read
+Library
Hati yang lemah

Hati yang lemah

Dia hanya melihat bola itu terbang melewati net tepat kearahnya namun tidak berbuat apa-apa kecuali menatap bola itu jatuh tepat di hadapannya, dan kami kehilangan banyak poin karena dia melakukan banyak kecerobohan di tengah-tengah pertandingan. Sungguh sialan!! dan aku pergi begitu saja saat mengetahui bahwa kelas kami kalah tanpa meninju mukanya terlebih dahulu, sifat ceroboh sialan ini entah datangnya dari mana dan aku malas memikirkan suatu hal berulang kali sehingga spontan berlaku suatu hal sialan lainnya--seperti pulang kerumah begitu saja, tanpa memukul tubuh kerempengnya itu.
2.8K viewsOngoingAdded to Library 72 Times as helplessness
Read
+Library
Depression

Depression

Luna : Selain dikurung, lampunya juga dimatikan saat itu. Luna : Aku sampai menggigil kedinginan. Luna : Aku coba menggedor pintu tapi tak ada repson sama sekali. Luna : Entah kenapa trauma itu terus menghantuiku. Luna : Akan sulit untuk disembuhkan sepertinya. Luna : ☹ Mr. A : Memang trauma itu sulit untuk disembuhkan. Mr. A : Semoga traumamu nanti sembuh ya.
103.0K viewsOngoingAdded to Library 92 Times as helplessness
Read
+Library
Heartless

Heartless

Simple. Begitu Davira memasuki lift, dia buru-buru memukul kening. Sepertinya rasa panik dan kegugupan membuat sistem kerja otak Davira kacau. Mati-matian dia mengeyahkan dua rasa itu. Namun melihat perpindahan angka menuju lantai sepuluh begitu cepat, membuat kegugupan ikut bertambah cepat. Bagaimana kalau dia keluar dari gedung ini dengan keadaan kalah? Bagaimana kalau akhirnya dia bakal bernasib seperti dulu—tidak punya pilihan?
102.1K viewsOngoingAdded to Library 58 Times as helplessness
Read
+Library
Misunderstanding

Misunderstanding

Yang jelas, Ara benar-benar kecewa dengan perlakuan laki-laki itu yang sudah menelantarkan keluarga hingga menyebabkan mamanya sakit-sakitan dan meninggal dunia. “Enggak denger, kamu? Sampai kapan pun kamu ngemis-ngemis, Papa kamu enggak akan pernah peduli! Paham?” Sesak sekali rasanya, ketika satu-satunya sosok pahlawan yang diharapkan Ara untuk menjadi penolongnya dan juga Bion, ternyata lebih mendengar hasutan istri baru. Saga merangkul bahu Ara dan menepuknya perlahan seakan memberi kekuatan. Dia tidak tega melihat Ara diperlakukan kasar.
103.0K viewsCompletedAdded to Library 73 Times as helplessness
Read
+Library
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status