Suami Pelarian
'Aku nggak salah, Bapak yang salah,' batinku memprotes, terus mencari pembenaran diri.
Sayangnya, dalam situasi seperti ini mentalku mudah down. Keyakinanku mulai melemah, aku mulai ikut-ikutan menyalahkan diriku sendiri.
'Seandainya waktu itu aku nggak tergoda untuk sering perawatan di salon, kalau saja aku cukup puas dengan lulur, masker, dan creambath sendiri di rumah, pasti aku punya lebih banyak uang untuk kuberikan ke orang tuaku. Toh nggak ke salon pun aku nggak mati. Mengapa dulu aku begitu bodoh dan egois?' dengung pikiranku.
Hot Chapters