Cinta di Kursi Roda
Pikirannya penuh dengan segala kemungkinan buruk, seakan ia tak bisa membiarkan satu kesalahan pun terjadi.
Laila melangkah mendekat, memperhatikan Raka dengan senyum penuh ketulusan. “Kamu sudah bekerja keras, Raka. Jangan terlalu keras pada dirimu sendiri.”
Raka mendesah pelan, matanya beralih dari layar ke arah Laila. “Aku tahu, Laila. Tapi terkadang rasanya... aku tidak cukup baik. Apa pun yang aku lakukan, bayang-bayang kelemahanku selalu ada di sana, seolah mengingatkan aku akan keterbatasanku.”
Bab Populer