Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Nissya
Cerita baru yang hadir penuh dengan tantangan yang membuat para pembacanya gemes , marah juga emosi dengan tokoh lakinya yang super menyebalkan ditambah dengan matanya lelakinya yang sangat sangat munafik sifatnya kaya kambing yang selalu pingin aku gebukin rasanya
Eva
Udah nggak di ragukan lagi kalau kak almi yang buat pasti ceritanya bikin readers naik turun emosinya, di guncang emosi, di kasih yang manis manis di guncang lagi, gitu lah pokoknya. Suka banget sama nove novel nya
Read All Reviews
YOU

YOU

“Lo mau pesen apa? Biar gue pesenin sekalian” “Nanti aja gue pesennya. Lo mau pesen sekarang emang, Lun?” “Tadinya, tapi karna lo pesennya nanti, yaudah gue juga nanti aja deh pesennya.” “Yeh anak labil dasar.” “Hahahaha biarin, yang penting Bahagia”
2.3K viewsOngoingAdded to Library 48 Times as i thought
Read
+Library
YOU

YOU

Disandarkannya punggung bergetar itu di tembok dingin. Apa yang sudah ku lakukan? Aku sudah melangkahi kodrat ku sebagai manusia biasa. Teganya aku melakukan semua ini, aku bahkan hampir membunuhnya. Hari ini, aku sudah menampar peryataan ku sendiri. Tapi aku bukanlah wanita gila, aku bukan wanita gila. Lantas siapa yang patut disalahkan disini, apakah diriku atau malah keadaan? Lantas, masihkah ada pembenaran atas diriku? Masihkah aku layak mendapatkan sebuah pengampunan?
9.911.0K viewsCompletedAdded to Library 363 Times as i thought
Read
+Library
Me

Me

Itu juga membuktikan bahwa ide gila seringkali muncul saat pikiranmu menjadi minor. Dbrak “ Bajingan kecil, kau tidak lihat diluar sedang dilakukan orientasi!” tegas seorang gadis sembari menendang bangku Lea. Buku Lea terjatuh, rautnya berubah. Dia mengumpat didalam dirinya. “ Lonte ini tak pernah diajarkan sopan santun dengan ibunya.!” Umpatan Lea.
2.6K viewsOngoingAdded to Library 72 Times as i thought
Read
+Library
Sejuta fikiran

Sejuta fikiran

Itu gila Setta duduk dihadapan Argebi dengan kursi putarnya. Meminum secangkir teh miliknya dengan santai, meletak satu kaki diatas kaki lain dengan tatapan lurus menuju Argebi. "Kenapa?" Menaikkan kedua alisnya sambil tersenyum sinis. "Takut aku meracunimu?" Tawaan pecah dari mulut Setta. "Bukannya aku pernah memasak untukmu, lalu kenapa tidak waktu itu saja aku membunuhmu. jika aku mau"
2.5K viewsOngoingAdded to Library 55 Times as i thought
Read
+Library
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status