IZINKAN AKU MENCINTAIMU
ucapku kemudian, mencoba untuk tersenyum dan meyakinkannya.
"Cinta itu datang begitu saja dari hati, tak peduli dia cantik, buruk, kaya, miskin atau sebagainya. Jika memang Aisyah tak kalah cantik dan baiknya dengan Rania, apakah kamu yakin bisa mencintai gadis itu sesempurna cintamu pada Rania? Sayangnya aku nggak seyakin itu, Za. Aku tahu kamu sejak dulu. Maaf kalau aku terlalu dalam ikut campur. Seolah mempengaruhi keputusanmu. Hanya saja, aku ini sahabatmu jadi merasa ada kewajiban untuk sedikit menasehatimu."
Aku manggut-manggut. Bersyukur memiliki sahabat sepertinya yang selalu ada di saat suka maupun duka. Windy adalah gadis yang polos dan tak banyak tingkah.
Sikat na Kabanata