Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
ANATASYA

ANATASYA

tanya Aurel. "Ada, lah." balas Rendra. ~~~~~~~ "Permisi mbak, ini pesanan nya. Silahkan." Ana meletakan pesanan orang itu di mejanya. Ana tidak sengaja menatap ke arah meja Rendra. Dia tidak sendiri, ada seorang gadis yang tengah mengobrol dengannya. Ana mencoba tidak memperdulikan itu. Tapi tidak bisa. "Ana, ini anterin ke meja nomor 20." teriak Anggi.
2.4K viewsOngoingAdded to Library 84 Times as ginny
Read
+Library
Nadira

Nadira

Membuat Gadis itu kembali berbinar. "Bang Ey," panggilnya bahagia. Sedetik kemudian dia kembali mengerjab, bingung. "Kelas bang Ey juga di sini?" Rey mengangguk mantab, masih tersenyum. "Berarti satu kelas sama Arya, dong?" tanya Nadira maju selangkah di hadapan Rey. Rey menatap Lingga bertanya, dijawab angakatan bahu tak acuh. "Iya, Arya temen gue."
3.5K viewsOngoingAdded to Library 79 Times as ginny
Read
+Library
She is Genevive

She is Genevive

Dia berharap untuk menghilang saat itu juga. "Genevive Ruby Sloane Avery" Hhh, sudah Gen duga ia akan menjadi murid pertama yang maju. Sungguh hari ini bukan harinya Gen. Dengan tangan yang sedikit gemetar, Gen memberanikan diri untuk maju, berulangkali ia menarik napas panjang untuk menghilangkan rasa gugup yang ada dalam dirinya. "Hai, aku Genevive Ruby Sloane Avery. Kalian bisa memanggilku Gen. Aku tinggal di Mountblack Hills, dan eum.. Aku suka es krim rasa mint coklat"
1.9K viewsOngoingAdded to Library 70 Times as ginny
Read
+Library
Elena

Elena

Wajahnya yang putih dengan alis tebal, pesona bibir yang merona alami dan badan proporsional yang langsing namun berisi bak gitar spanyol. Hana perempuan belia yang masih duduk di kelas XII SMA. Rambutnya panjang,hitam legam ,seperti belum tersentuh bahan kimia salon kekinian.Alis matanya pun tebal alami tanpa sulam alis,kulitnya kuning langsat dan bersinar. Wajah Hana yang lembut itu selalu terngiang dalam ingatan. Handi mengecek hapenya. Rasanya tak tahan untuk segera menghubunginya.
103.2K viewsOngoingAdded to Library 128 Times as ginny
Read
+Library
ZANNA

ZANNA

Untuk pertama kalinya, Zanna berada di tengah tengah keramaian. "Kenapa sih mereka?" tanya Zanna pada dirinya sendiri, gadis itu benar benar risih diperhatikan seperti itu. "Itu anak baru kelas IPA kan?" tunjuk salah satu seorang siswa, berperawakan tinggi, kulit putih. "Yoi, cantik kaya model di i*******m!"sahut salah satu siswa berambut pirang, wajahnya seperti blasteran luar.
2.3K viewsOngoingAdded to Library 50 Times as ginny
Read
+Library
Raina

Raina

Padahal orangnya tidak minta minum sama sekali. “Ayo, Rain!” tegas Bunda. “Mau minum apa?” tanyaku malas. “Air putih aja,” jawab Galih. Melangkah malas menuju dapur, aku berpapasan dengan Ghina yang baru keluar dari toilet. Dia tersenyum menggodaku, telunjuknya yang jail turut mencolek daguku. “Calon Imamnya udah dateng, kayaknya bahagia banget nih?”
109.9K viewsOngoingAdded to Library 317 Times as ginny
Read
+Library
Black Shadow

Black Shadow

Dia pun hendak kembali berbicara, menyanggah ucapan kakaknya. Namun, Yuna mengangkat tangannya, seolah melarang Cindy untuk berbicara. Sang adik pun terpaksa diam. "Gue bukan Nindy, gue Yuna. My Name is Yuna Ping, You Know?" lanjutnya dengan sedikit kasar mendorong tubuh ringkih Cindy, hingga si gadis cantik itu kembali terjatuh.
103.9K viewsOngoingAdded to Library 120 Times as ginny
Read
+Library
Chandra

Chandra

Fani buka suara. Khanza menghela nafas kasar. Kedua gadis di hadapannya tidak membantu sama sekali. Jalan pikiran mereka terlalu aneh untuk Khanza yang merasa dirinya normal. Mereka berdebat cukup lama masalah nama genk. Hingga akhirnya mereka menemukan keputusan. Mereka menamakan genk mereka Gadis Bulan Merah. Fani yang tetap ingin menamakan genk mereka manusia akhirnya merubahnya menjadi gadis, bulan adalah usulan Rain karena ia suka bulan, dan merah adalah warna favorit Khanza. Mereka terlihat gembira, ya meski Khanza yang terlihat benar-benar gembira karena Fani dan Rain bersikap biasa saja.
103.2K viewsOngoingAdded to Library 127 Times as ginny
Read
+Library
DAISY

DAISY

Ia basah kuyup setelah mengantarkan gadis ini ke ruang rawat inapnya. "Siapa namamu, Nona?" "Da—Daisy."
105.8K viewsOngoingAdded to Library 226 Times as ginny
Read
+Library
Artemis Hunter

Artemis Hunter

Pada akhirnya, aku tetap lebih menyukai masa ini. “Hyde!” Seseorang menyapa saat aku berjalan di lorong menuju kantor Elena. Aku menoleh. Salah satu putri Elena melambai. Grace, putri keduanya. Dia menggunakan seragam Pemburu Artemis—yang berupa setelah membosankan kaus olah raga berwara hijau—yang basah akan keringat. Di tangannya terdapat pegang kayu yang tampak lusuh, terlalu sering digunakan. Rambutnya yang seperti mentega dikuncir tinggi kuat-kuat tanpa poni. Mata Grace menyala-nyala senang. Di antara semua putri Elena, Grace adalah putri Elena yang paling kekanakan.
1015.9K viewsOngoingAdded to Library 333 Times as ginny
Read
+Library
PREV
123456
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status