Saat Obat Alergi Berubah Menjadi Permen M&M
Pada malam perayaan ulang tahun pernikahan kami yang pertama, aku tergeletak di atas karpet merah darah, hampir tak bernyawa.
Suamiku, Mason, seorang bos mafia, justru merangkul teman masa kecilnya, Yani, sambil menikmati sampanye dan bercakap dengan gembira.
Yani tahu aku alergi wijen. Jadi dia membuat setiap hidangan malam ini disiram saus wijen.
Aku baru menggigit satu suap. Tenggorokanku langsung membengkak, paru-paruku seperti terbakar, dan ruam merah menjalar di kulitku.
Di ambang sesak napas, aku mengerahkan seluruh tenagaku untuk meraih obat alergi di dalam sakuku.
Tapi obat itu meleleh, lengket di telapak tanganku.
Obatku ternyata telah ditukar menjadi kacang cokelat M&M!
Melihat ek
Capítulos em Alta