Pernah dapat kiriman jamu dari mertua pas awal-awal menikah, dan sempet ragu juga apakah aman diminum terus-terusan. Tapi setelah ngobrol sama temen yang kuliah di farmasi, ternyata jamu tradisional itu seperti pisau bermata dua. Di satu sisi, bahan alaminya bisa bermanfaat, tapi di sisi lain, dosis dan cara pengolahannya nggak selalu terstandarisasi. Aku akhirnya coba cek komposisinya satu per satu, terus konsultasi ke dokter herbalis buat memastikan nggak ada kontraindikasi dengan obat yang sedang aku konsumsi.
Yang bikin agak khawatir itu ketika tahu beberapa rempah dalam jamu ternyata bisa mempengaruhi tekanan darah. Mertua sih bilangnya 'sudah turun-temurun aman', tapi menurutku better safe than sorry. Sekarang aku cuma minum 2-3 kali seminggu sebagai maintenance, bukan tiap hari. Lagipula, tubuh kan butuh variasi, bukan monoton disuplin satu jenis ramuan terus-menerus.