Pesugihan Kandang Bubrah
“Bukan jejak kaki manusia biasa. Bentuknya aneh, seolah bukan dari makhluk yang kita kenal.”
Dimas segera berjalan ke belakang rumah, diikuti oleh Lila dan Ustadz Harman.
Saat mereka sampai di halaman belakang, jantung Lila berdegup kencang.
Di tanah yang masih lembap oleh embun, terlihat jejak kaki yang panjang dan ramping, dengan jari-jari yang lebih banyak dari kaki manusia.
Jejak itu berkelok-kelok, seolah sesuatu telah mengitari rumah mereka semalaman.