Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Dear Mantan

Dear Mantan

ucap seorang wanita, sambil terus bergelayut manja. Reino hanya melirik sekilas, lantas terus berusaha melepas tangan dari jerat si wanita. "Biarin aja! Itu 'kan hak mereka," tukas Rei, menatap tak perduli. Mey merasa geram, Reino terus saja cuek. Padahal, dia selalu berusaha untuk menggodanya selama ini. "Kamu bisa keluar nggak dari sini? Aku sibuk, mau ngobrol penting sama Pak Direktur."
1012.6K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 426 kali sebagai mera mann
Baca
+Pustaka
Mantanku Kembali

Mantanku Kembali

Ibu mertuaku segera memperkenalkan wanita itu. "Livia, ini Marlina. Dia adalah calon istri Adrian yang baru, dan aku sudah setuju," kata ibu mertuaku dengan nada bangga. Hatiku seakan terjatuh. "Apa maksudnya, Bu?" tanyaku, berusaha menahan emosi yang meluap. "Adrian sudah memilihku."
1.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 70 kali sebagai mera mann
Baca
+Pustaka
MERTUA IDAMAN

MERTUA IDAMAN

Bukan hanya perlengkapan bayi, Bunda dan Mbak Dewi juga sering membelikan aku beberapa baju baru, mengingat perutku yang mekar ini. “Permisi!” “Mir, sepertinya ada tamu. Sebentar!” Aku hanya mengangguk saat Ibu pergi ke ruang tamu. Selang beberapa saat, Ibu kembali kemudian mengajakku ke ruang tamu. Kulihat ada seorang wanita yang duduk di sofa. “Mbak Manda? Apa kabar?” tanyaku setelah tahu wanita itu adalah Manda. “Baik. Mbak Almira apa kabar? Wah, sudah besar.” Pandangan Manda tertuju kepada perutku.
4.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 146 kali sebagai mera mann
Baca
+Pustaka
Jodi Ruman

Jodi Ruman

“Untung bos. Coba kalau anak magang, saya selepet kakinya. Bisa-bisanya nendang benda enggak berdosa.” “Saya enggak lihat.” Perempuan berseragam mustard membela diri. Rambutnya bergaya Ratu Cleopatra; hitam, lurus, berkilau, dan panjangnya sebahu. Poninya yang tipis menyamarkan lapangnya dahi dan tebalnya alis. Kulitnya seputih salju. Pipinya sedikit chubby. Hidungnya kecil, tapi lancip. Kelopak matanya monolid. Bola matanya tampak sendu setiap kali menatap. Bibirnya yang kecil dipoles dengan warna merah menyala.
8.716.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 468 kali sebagai mera mann
Baca
+Pustaka
Perempuan Terlarang

Perempuan Terlarang

Dendi menatap foto kedua orang tuanya di atas meja kerjanya dengan tatapan sendu, helaan napas begitu terdengar keluar dari sela-sela mulutnya. "Pa, Ma ... seandainya kalian ada di sini ingin sekali aku menceritakan tentang seorang wanita yang sangat aku cintai bernama Danisa. Dia polos, layaknya sebuah kertas yang belum tertulis apapun di dalamnya. Dia cantik, secantik athena dengan segala kebijaksanaannya, dan dia ... seperti mama," ucap Dendi tanpa sadar bulit kristal putih keluar dari sela-sela matanya.
104.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 130 kali sebagai mera mann
Baca
+Pustaka
Anara

Anara

Dan menjadi neraka yang panas membakar disaat siang. Nama gadis itu Anara, Anara Carwen Sarendra. Putri tunggal Brama Sarendra, salah satu dari sepuluh orang paling berpengaruh di dunia. Kekayaannya tak dapat di hitung, belum lagi aset dan yayasan-yayasan yang di kelolanya. Membuat seorang Brama dan keluarganya, menjadi incaran para pencari berita.
9.92.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 98 kali sebagai mera mann
Baca
+Pustaka
Valentine & Memories

Valentine & Memories

Namanya Meera Zean Anatashia, terkenal cantik, pintar, body semampai tapi jutek dan galaknya ngalahin ayam betina yang lagi ngeramin telur. Meera adalah wanita yang tegar, dalam seumur hidupnya dia hanya menangis satu kali yaitu saat Mama__orangtua angkatnya meninggal.
5.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 111 kali sebagai mera mann
Baca
+Pustaka
MIRA ANDINI

MIRA ANDINI

Mereka makan dengan diam sampai suapan terakhir, Adelio mengambil gelas berisi jus jeruk dan menyeruputnya. "Sebentar lagi Fena akan datang," ucap Adelio. Fena adalah kenalan Adelio yang memiliki butik terkenal disana, Mira tidak begitu mengenalnya tapi dirinya tahu Fena, Mira pernah beberapa kali bertemu dengannya. "Iya," jawab Mira singkat kemudian memgambil ponselnya dan mengeser-gesernya. Lima menit kemudian seorang wanita menepuk pundak Mira dengan berkata "Hallo mbak apa kabar?".
108.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 193 kali sebagai mera mann
Baca
+Pustaka
MANT(en)AN

MANT(en)AN

Yang aku pikirkan hanya bersedia menemani Risna. “Gue bilang, lihat gue, Jay Berengsek!” Tasya akhirnya memekik, tidak kuasa menahan gejolak amarah yang telah meluap-luap bagai gunung merapi yang siap meletus. Dengan perlahan aku menoleh, menatap wajah perempuan berambut panjang bergaya kucir kuda, yang kini telah terbanjiri air mata. “Maaf ....”
103.1K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 68 kali sebagai mera mann
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status