Ada momen-momen tertentu dalam sejarah musik Indonesia yang benar-benar membekas, dan salah satunya adalah ketika Pas Band pertama kali memperkenalkan 'Kesepian Kita' kepada dunia. Lagu ini bukan sekadar hit biasa—ia menjadi semacam suara generasi, mewakili perasaan banyak orang muda di era 90-an. Aku ingat pertama kali mendengarnya lewat radio tape lama di kamar kakak, dan langsung terpana oleh melodi melancholic-nya yang bercampur lirik tajam. Waktu itu, tahun 1995, mereka membawakannya secara live di acara musik terkenal 'Video Musik Indonesia'. Suasana panggung yang minimalis justru membuat vokal Tresnoji dan dentuman bass-nya semakin memorable. Aku bahkan masih menyimpan kliping koran tua yang memberitakan penampilan itu!
Yang menarik, lagu ini awalnya direkam untuk album 'In(no)sensation', tapi justru menjadi lebih hidup ketika dibawakan langsung. Ada energi raw dan jujur yang sulit diulang di studio. Pas Band waktu itu masih sangat underground, tapi penampilan itu seperti titik balik yang membuat mereka melesat. Aku selalu bilang, 'Kesepian Kita' itu seperti cerita urban yang disusun ulang menjadi soundtrack kehidupan—setiap kali dengar, rasanya seperti dibawa kembali ke masa ketika musik masih benar-benar tentang jiwa, bukan streaming numbers.