Gara-gara Teman, Rumah Tanggaku Berantakan
Kaki tertekuk ke belakang dan seluruh beban badannya terpusat ke lutut, cukup membuat kaki pegal dan tak nyaman terlihatnya, terutama mengingat kondisi hamil.
Bersandar penuh Rana di kursi kerjanya yang empuk dan nyaman, sementara Nifa hanya berdiri mematung di sisi dekat meja kerja. Menyipit tegas mata Rana melihat drama baru yang akan tercipta, melirik pula ia melihat rekan kerjanya yang mematung tanpa ekspresi atau bahasa tubuh, "enggak usah iba, terkadang baik hanya akan membunuh diri sendiri secara perlahan," tegas Rana pada Nifa lalu mengambil botol minum dari atas meja dan meminum sebagian kecil isinya.
"Eh? Ah," celetuk Nifa terlihat jelas kebingungan, "t-tapi dia lagi hamil," ucapny
Hot Chapters