Kaisar Dewa Naga
Dengan berat hati, dia bangun dan menegakkan badannya, menyandarkan punggungnya pada dinding.
Begitu melihat sekeliling, ia sadar bahwa kamar ini jauh lebih luas dan mewah dibandingkan kamarnya sendiri. Sofa, meja rias, baju-baju wanita yang tergantung dengan rapi, serta lampu indah nan mewah yang terpancang di langit-langit kamar, menggambarkan seolah ini adalah tempat peristirahatan orang kaya.
"Bahuku," Arjuna mengerutkan dahi seraya menyentuh bahunya, merasakan sensasi yang ganjil.