Jerat Cinta Sang Langit
Jika siang hari, akan terlihat jelas keasriannya.
“Vila mewah,” kata Bumi menoleh ke Langit.
“Milikmu kalau kau jadi istriku.”
Mata Bumi membola, ini bukan lamaran, kan? Berapa kali Langit mengutarakan itu?
“Tenang, ini bukan lamaran, Bumi,” kata Langit kembali. Nah, kan apa Langit benar-benar bisa membaca pikiran orang? Bumi menghela nafas tak habis pikir sendiri. Tiba-tiba, Langit mengangkat tubuhnya, membopong tubuh ramping itu menuju gazebo yang tak begitu jauh.
Hot Chapters