Katamu Uang Tak Kenal Saudara
Mataku membola melihat siapa yang datang.
"Assalamualaikum, Arum ... gimana kabarmu, Nduk?" Sosok paruh baya berbaju gamis serta hijab senada, menghampiriku mengulas senyum. Sebuah plastik di letakkan diatas nakasku.
Allahu Robbi ... mengapa dia datang saat ini? Hatiku belum siap, sungguh, belum siap.
"Wa'alaikum salam," sahutku dengan senyuman yang kupaksakan, bagaimana tidak, saat ini hatiku sedang tidak baik-baik saja.
Hot Chapters