Red in Us
Lantas, dia melemparkan sebuah pena yang sudah habis isinya—tapi lupa dia buang—ke arah Kandara.
"Pergi, lo! Berisik banget. Nggak lihat apa kerjaan gue banyak?" Katha menunjuk berbagai berkas yang ada di atas meja, karena Kandara memang menyuruhnya memilah-milah proposal apa saja yang masuk.
"Kenapa jadi sensi, sih, lo? Apa Rabu semalam nyebut nama mantan pas lagi main?"
Katha tidak sepolos itu untuk tak mengetahui "main" apa yang dimaksud kakaknya. Dia lantas berdiri dari duduknya dan bersiap menerjang sang kakak yang sudah tertawa-tawa sambil berusaha menghindar.
Bab Populer