Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
EX to NEXT 21+

EX to NEXT 21+

Chapter 50 Bianca dan Toko Bunganya Hari keenam berada di negara bagian Timur Tengah dan Evander sedang berada di ruang kerja putra pertama pemilik maskapai, Mohammad Al Meer yang ruangannya lebih besar dari apartemen Evander di Madrid. Al Meer adalah figur yang sangat mudah diajak berdiskusi, bahkan dengan kesibukannya sebagai calon penerus ayahnya, pria itu meluangkan banyak waktu untuk Evander. Al Meer juga menyebutkan dirinya sebagai teman baru Evander sehingga obrolan mereka menjadi jauh lebih santai tetapi tidak melenceng dari materi dan selain membicarakan pengalaman dalam menjalankan bisnis di kantor dan di lapangan, Al Meer sering mengajak Evander pergi keluar untuk melihat-lihat ne
10131.9K viewsCompletedAdded to Library 4.8K Times as up and down exid
Read
+Library
Hello, My EX

Hello, My EX

Ngapain nelpon sampai tukuh kali? Awalnya enggan, tapi siapa tahu penting, mengingat mereka rekan satu organisasi. Bisa saja ada rapat mendadak, kan? "Ha—" "Edrea, kamu ke mana aja?" geramnya dari ujung sana. Rea mengernyit bingung saat Kavi memanggil nama depannya dengan lengkap. "Gue lagi di Bogor. Ada apa? BEM ngadain rapat dadakan lagi?"
108.5K viewsOngoingAdded to Library 322 Times as up and down exid
Read
+Library
Exit

Exit

Ibu kantin itu bertanya menatap April, memastikan pesanan. “Iya, benar, Bu,” jawab April. Aku hanya memandangi mereka bergantian. Lantas Ibu kantin itu berjalan masuk stand, tidak lama kembali ke meja kami membawakan pesanan es. April dan aku serempak berucap terima kasih, mengangguk. Dua mie instan pakai telur rebus matang dan dua gelas es tea jus. Dalam hati aku menebak kalau tea jus yang dipesan April adalah tea jus rasa lemon.
102.7K viewsOngoingAdded to Library 89 Times as up and down exid
Read
+Library
DOWN UNDER DOWN

DOWN UNDER DOWN

Bisa-bisanya aku melupakan hal itu. “Oh? I just want to make sure that they’re fine...,” kata dia. “If you meet Reggie or Triz, please tell them that I’m waiting a phone call. You know, Triz has an asthma, and she forgot her medicine....” “Ok.” “Thanks, Haidar.”
6.4K viewsCompletedAdded to Library 232 Times as up and down exid
Read
+Library
Excite 17

Excite 17

Seorang pria turun, dengan setelan jas rapi berwarna biru. Pria tua? Dengan kepala setengah botak? Badan gembul? Dan Pendek? Itu dugaanku untuk sosok eksekutif yang punya rumah semewah ini. Dimana sih bisa menemukan pria dengan banyak harta, sukses di usia muda, dan tampan menjadi nilai tambah dan pelengkap? Selain di dalam televisi atau novel?
1016.3K viewsCompletedAdded to Library 472 Times as up and down exid
Show Reviews (20)
Read
+Library
Rhadeena Natasha
walaupun suda baca berulang2 kali debaran jantung ku masih sama . bab sedih , bab gembira . terasa sehingga ke jantung tiap kali menghayati setiap bab . seolah2 aku yang merasai keterpaksaan watak dlm cerita ni . mmg best .
KookiePinky
Ahey, nama Pak Guru seperti nama dosenku yang cukup, ehem, meresahkan ......... first ketemu dah nyosor aja si Bapake. Btw, semangat ya thor lanjutinnya. Terus ada sedikit krisar, perihal dialog tag, bisa dicari tahu lagi karena kulihat antara dialog tag dan action itu belum bisa author bedain Semangat
Read All Reviews
My-Ex

My-Ex

Ujar Dante, "Salut? Salut kenapa?" Tanya Dessy, "Iya, salut saja. Seorang perempuan sepertimu mampu naik ke atas gedung ini. Sebenarnya bukan karena ketinggian dari gedung kosong ini. Namun, aku melihat tekad kuat dalam dirimu saat ingin menggapai puncak gedung ini. Walaupun bisa saja kita berdua naik ke gedung lain yang sudah berpenghuni lalu naik ke atas atapnya menggunakan Lift. Tapi kamu beda, sungguh luar biasa!" Ungkap Dante, memuji kekuatan tekad Dessy yang padahal seorang wanita.
1018.0K viewsCompletedAdded to Library 360 Times as up and down exid
Read
+Library
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status