Saya bisa bilang akhir ceritanya cukup memuaskan sekaligus mengharukan. Di versi aslinya, Lucia dan Hugo akhirnya berhasil mengatasi semua konflik politik dan keluarga yang menghalangi hubungan mereka. Adegan klimaksnya terjadi ketika Hugo, yang awalnya dingin dan terkesan manipulatif, menunjukkan pengorbanan besar untuk melindungi Lucia dari konspirasi istana. Mereka berdua tumbuh sebagai karakter—Lucia menjadi lebih tegas dan Hugo belajar mencintai tanpa syarat. Epilognya manis banget, menunjukkan pasangan ini membangun kehidupan baru jauh dari intrik kerajaan, dengan Lucia hamil anak pertama mereka. Yang bikin nangis adalah ketika Hugo akhirnya ngomong 'Aku mencintaimu' tanpa ada pretensi, sesuatu yang ditunggu pembaca sejak volume pertama.
Yang bikin unik, penulis nggak cuma fokus ke romance tapi juga menyelesaikan semua plot politik dengan rapi. Karakter antagonis seperti Adipati Terrence dapat konsekuensi logis atas kejahatannya, sementara karakter pendukung seperti maid Lucia, Diane, dapet closing yang memuaskan. Endingnya memang klasik 'happily ever after', tapi execution-nya matang dan nggak terkesan dipaksakan. Buat yang suka development karakter lambat tapi pasti, akhir cerita 'Lucia' ini worth it banget buat ditunggu.