Kupinang Mantan Istriku
Abah menepuk pundak putranya, "Sabar, Am. Mulai sekarang kamu harus belajar dari pengalaman mu, ndak semua bisa kamu dapat dengan sekali tepuk. Kamu butuh berjuang untuk mendapat sesuatu yang berharga. Dan yang berjuang adalah Adam. Dia yang pantas mendapatkan Ayudia. Jangan sedih, kamu sendiri pasti tahu perjuangan Adam."
Ammar diam, hatinya beku. Sakit tak bisa disampaikan. Ia hanya mampu mengusap air mata yang terus-menerus mengalir. Ia hanya mampu mengintip adegan romantis dari lubang jendela. Ammar lah saksi bisu, Ammar tak bisa meluluhkan hati Ayudia. Yang besar pada Ammar adalah ambisi, bukan usaha. Ia mengangguk, sadar akan sombong dan angkuh yang nyata meruntuhkan. Ammar tak tersung
Hot Chapters