Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
BUNGA ABADI

BUNGA ABADI

Ini lembah yang sama tapi aku merasa berada di tempat yang berbeda. "Bunga ini bernama Bunga Edelweiss, bunga yang melambangkan keabadian," ucap pria di depanku ini dengan lembut dan tersenyum manis. Tangannya memberikan setangkai Bunga Edelweiss itu kepadaku, aku mengangkat tanganku untuk menerimanya sebelum akhirnya aku tersadar bahwa yang memberikan bunga itu adalah Lingga. "Azalea, kenapa kamu melamun? Ini namanya Bunga Edelweiss... " ucap Lingga belum selesai namun sudah kepotong.
107.8K viewsCompletedAdded to Library 172 Times as perjalanan sang bunga
Read
+Library
Janda Kembang

Janda Kembang

Deg . Jantungnya berdetak lebih kencang dari biasanya. Tubuhnya mendadak bergetar, ia mencengkeram tali shoulder bagnya dengan erat. Hal ini seperti de javu bagi Thalisa. Ia terus berjalan tanpa mempedulikan omongan tetangga kompleknya tersebut. “Enggak nyangka, ya, ternyata Thalisa mandul.” Tuhan ... Cobaan apa lagi ini?
9.88.8K viewsOngoingAdded to Library 352 Times as perjalanan sang bunga
Read
+Library
Perjalanan Menuju Cinta Sejati

Perjalanan Menuju Cinta Sejati

Aku buru-buru ke Tibera semalam, berjalan menaiki tiga ribu anak tangga batu menuju Candi Dharma, dan setiap langkahku diiringi dengan sembah sujud. Waktu itu sedang musim hujan. Hujan turun deras, aku berdoa sepanjang malam di luar, dan keesokan harinya akhirnya aku mendapat kabar bahwa dia kembali dengan selamat. Sebelum pergi, aku meminta seutas gelang manik-manik kayu cendana dari seorang penunggu di candi itu. Katanya, gelang itu bisa melindungi seseorang agar tetap aman, sehat, dan segala urusannya lancar.
5.8K viewsCompletedAdded to Library 214 Times as perjalanan sang bunga
Read
+Library
Perjalanan Cinta dan Harapan

Perjalanan Cinta dan Harapan

Tatapan mata yang sekilas bertemu membuat dadanya berdegup dengan irama aneh yang bahkan belum ia mengerti. Osis pun mempersilahkan para siswa baru untuk pulang dan bersiap untuk MPLS hari kedua besok, El kemudian merapikan buku dan tasnya. Dalam hatinya, SMA Nusantara terasa tenang di bawah cahaya sore. Ia berjalan perlahan menuju gerbang, melewari barisan pot bunga yang masih disiram penjaga sekolah. Aroma tanah basah berpadu dengan angin senja yang lembut membuat langkahnya terasa ringan.
620 viewsOngoingAdded to Library 17 Times as perjalanan sang bunga
Read
+Library
Belang si Janda Kembang

Belang si Janda Kembang

Mentari menyapa pagi di villa taman bunga Puncak Cipanas, cahayanya memantul kilau pada titik air di ujung daun pohon palem yang semalam tertimpa hujan. Dering ponsel mengalunkan nada akustik aransemen ulang tembang kenangan, sebagai tanda panggilan masuk dari Tesla. “Halo Sayang,” sapa Amy “Kamu di mana?” Tanya Tesla dari seberang sana.
102.0K viewsOngoingAdded to Library 76 Times as perjalanan sang bunga
Read
+Library
Bunga yang Gugur, Mekar Kembali di Musim Baru

Bunga yang Gugur, Mekar Kembali di Musim Baru

"Kamu nggak mau? Kamu nggak mau, tapi lihat dulu si tengil Reza ini, dia mau atau nggak!" ... Suasana di dalam kamar rawat begitu ramai dan hangat. Sementara itu, di luar pintu, Aris menatap buket bunga di tangannya. Pada akhirnya, dia kehilangan keberanian untuk melangkah masuk. Dia pun membuang bunga itu ke tempat sampah di sampingnya, lalu mencuri pandang ke arah Rania untuk terakhir kalinya. Gadis itu terlihat sangat bahagia. Dia telah menemukan kebahagiaan yang baru.
2.9K viewsCompletedAdded to Library 77 Times as perjalanan sang bunga
Read
+Library
Alkisah Bunga Teratai

Alkisah Bunga Teratai

Mereka mengangguk setuju dan menyusul kedua gurunya di belakang. Saat sedang dalam perjalanan, mereka melihat deretan pot bunga yang terbuat dari tanah liat namun dibuat dengan kualitas tinggi yang berjejer. Seperti kebun bunga yang ditanami bunga warna-warni. Tidak berhenti juga untuk memanjakan mata kepada pengunjung yang baru datang, termasuk anggota Fantasy Club. Gara-gara itu, mereka berhenti sejenak. Kedua gurunya juga ikut berhenti.
4.6K viewsCompletedAdded to Library 182 Times as perjalanan sang bunga
Read
+Library
Bunga itu Mekar Setelah Aku Tiada

Bunga itu Mekar Setelah Aku Tiada

Reza kemudian masuk dengan tergesa-gesa dan langsung melihatku terbaring di tengah ruang tamu, dikelilingi oleh bunga-bunga, dan mengenakan gaun ungu kesukaanku. Namun, mataku tertutup dan aku tak dapat melihatnya lagi. Melihat pemandangan itu, aku tak bisa menahan tangis. Aku mendekat dan meraba wajahku, yang sepertinya masih menyimpan bekas air mata. Tiba-tiba, aku melihat Reza berlari ke arahku. Dia bertindak seperti orang yang kehilangan akal, mengangkat semua bunga yang ada di sekelilingku sambil terus mengoceh, "Rania punya asma. Di rumah nggak boleh ada bunga! Dia bisa merasa nggak nyaman karena serbuk sari. Kenapa kalian menaruhnya di tengah bunga seperti ini?"
7.2K viewsCompletedAdded to Library 157 Times as perjalanan sang bunga
Read
+Library
Perjalanan Menuju Cinta

Perjalanan Menuju Cinta

Chiko memakai pakaian yang di punggungnya terdapat seperti tas untuk menampung barang. Dan sekarang di punggung Chiko terdapat tiga batang bunga tulip putih yang melambangkan permintaan maaf yang tulus. Sudah pasti Ghazanvar yang menyelipkan tulip putih di punggung Chiko karena Chiko juga tidak mungkin bisa membuka pintu berbahan kayu itu sendirian. Naraya yang sudah tidak takut Chiko pun mengangkat Chiko dan meletakannya di atas pangkuan.
1028.5K viewsCompletedAdded to Library 570 Times as perjalanan sang bunga
Read
+Library
Aku Melihatmu Saat Melihat Bunga

Aku Melihatmu Saat Melihat Bunga

Jadilah aku memilih duduk tenang sambil memperhatikan keadaan sekitar. Lima belas menit setelahnya Syailendra masuk lagi ke dalam mobil, satu tangannya membawa bunga... Angelica kalau tidak salah itu namanya. Lalu salah satu tangannya lagi menenteng plastik putih. Dia memberikan bunga itu padaku dan berkata, “Ayok foto, terus upload deh.” Aku memicingkan mata menatapnya, lalu memperhatikan bunga yang Syailendra berikan.
103.7K viewsOngoingAdded to Library 102 Times as perjalanan sang bunga
Read
+Library
PREV
123456
...
10

Frequently Asked Questions

Ada satu puisi bunga yang selalu membuatku merinding setiap kali membacanya—'Bunga Putih' karya Chairil Anwar. Kata-katanya sederhana tapi menusuk: 'Di taman yang sunyi ini, kau tinggalkan aku sendirian...'. Puisi ini menggambarkan kesepian dan kehilangan melalui metafora bunga yang layu, dan entah kenapa selalu terasa relevan di berbagai fase hidupku. Aku pertama kali mengenalnya saat SMA, dan sampai sekarang, di usia 30-an, aku masih menemukan makna baru setiap kali membacanya. Chairil memang maestro dalam menyuling emosi kompleks menjadi bait-bait pendek yang universal.

Yang menarik, 'Bunga Putih' sering dibandingkan dengan 'Bunga dan Binatang' karya Sapardi Djoko Damono. Keduanya menggunakan bunga sebagai simbol, tapi Sapardi lebih filosofis—bunganya menjadi cermin hubungan manusia dengan alam. Aku sendiri lebih tergugah oleh Chairil karena ketajaman emosinya, tapi kedua puisi ini layak disebut sebagai puisi bunga paling iconic di Indonesia.

SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status