Tawanan Cinta Tuan Abizar
Kembali tatapannya fokus ke layar depan, sibuk menekan setiap huruf keyboard untuk mengalihkan pikiran dan keinginan diri, karena otaknya selalu memikirkan Mawar dan hatinya ingin sekali untuk menyusul gadis itu ke kampung halamannya dan membawanya kembali pulang ke Semarang walaupun belum sampai lima hari sesuai yang Abizar janjikan.
"Jika bekerja bukan segala-galanya untuk Anda lalu kenapa Anda terus duduk di sana, bekerja dan tidak beranjak sama sekali, tidak makan, hanya minum, kurang tidur?" Alif menaikkan sebelah alisnya, berusaha menyudutkan Abizar yang menyangkal.
"Aku duduk di sini." Abizar menepuk meja kerjanya, "bekerja. Bukan karena bekerja segala-segalanya bagiku, tapi aku punya
Bab Populer