KINASIH
"Mbak, bajunya nggak ada yang lain?"
Pertanyaan Rani justru mendapat cibiran dari wanita tersebut. "Pake yang ada. Nggak usah protes!" bentaknya, membuat Rani diam-diam merasakan pilu di hati.
Masih di ruang tertutup dengan cermin besar di hadapannya, Rani menelan rasa malu saat menatap sosok di cermin itu. Sebuah dress hitam dengan belahan dada yang cukup rendah dan paha yang terekspos bebas. Rani ingin menangis, namun teriakan dari luar membuatnya cepat-cepat merapikan rambut dan keluar. Dia kembali di bawa ke ruangan di mana Hendra dan si pirang berada.
Hot Chapters