Kamu yang Kucintai
Kesepakatan besar hampir tercapai, tapi suasana formal itu perlahan mencair ketika kopi hitam di cangkir masing-masing mulai mendingin.
"Mari, silakan diminum, Pak Khoirul dan Pak Adi." Arsel mempersilakan dan mereka bersama-sama menyesap kopinya.
"Senang bisa kembali berpartner dengan BKP, Mas Arsel." Pak Khoirul yang berusia lima puluhan itu memulai pembicaraan santai sambil merapikan kacamatanya.
"Iya, Pak Khoirul. Saya juga senang bisa kembali bekerjasama."