The Twins
Rasanya seperti mendapat koyakan yang dasyat dan membabi buta di dalam rongga perutnya.
“Hehe,” kikik Bela dengan manisnya. “Aku jemputnya di depan gang kok, itu pun kalau Mas Aru mau. Ya sudah Mas hati-hati ya? Aku ada kejutan untuk Mas di rumah.”
“Kejutan apa?” Aru terhuyung dan hampir limbung. Akan tetapi dia bisa menyeimbangkan kakinya lagi. Sial, dia harus beristirahat sebentar jika tidak ingin benar-benar pingsan. Mata Aru menyipit demi melihat jarak bagian loby bandara. Kira-kira masih seratus meter jauhnya dan diperparah dengan derap kaki sangat lambat miliknya.
인기 회차