Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
KITA & MASA LALU

KITA & MASA LALU

sela Rimbu sembari beranjak. "Akhirnya bisa ngerasain masakan kamu yang kata orang-orang enak banget." Rimbu membuka kotak bekalnya, memamerkan tamagoyaki* buatannya. "Ganjel perut pake ini dulu. Tapi jangan pake saosnya." Tamagoyaki* merupakan makanan khas Jepang yang terbuat dari telur berupa dadar gulung yang dibuat dengan cara memasak yang unik.
9.83.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 119 kali sebagai koto ga aru
Baca
+Pustaka
Maid Pemuas Obsesi Tuan Muda

Maid Pemuas Obsesi Tuan Muda

“Ssttt, udah diem.” “Tapi omong-omong, dia jatoh dimana yaak?” tanya Arina, Ara mengendikkan bahunya. “Mana aku tahu.” Ara malah mencomot seiris bolu ketan hitam keju lumer buatannya lalu memakannya pelan. “Enak.” “Iya, enak. Kasih buat Tuan muda gih..” “Lah, kok aku?” “Siapa lagi? Kamu doang yang approve sama Tuan muda.” jawab Arina, dia melakukan hal yang sama, memakan bolu ketan itu.
946 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 32 kali sebagai koto ga aru
Baca
+Pustaka
Kita yang Terluka

Kita yang Terluka

Rika bicara sambil mengetuk-ngetuk kotak kado dengan jari telunjuknya. “Kata Papa, jangan berteman dekat dengan lelaki karena nanti dikira kecentilan. Mama kok punya banyak teman dekat lelaki? Mama juga pergi sama Om Azzam dan Om Indra, padahal kata Papa itu tidak boleh. Apa itu namanya kata Papa kalau begitu itu … eeee … aduh, Rika lupa. Apa sih, Dek, yang kemarin Papa bilang?” Rika menyenggol Riko yang asyik memperhatikan Arjun main games di ponselnya. “Ah, iya, keganjenan! Apa Mama keganjenan seperti yang Papa katakan?” Merah padam wajah Zahra mendengar ucapan anaknya. Telinganya terasa panas. Dadanya berdebar tak menentu karena tidak menyangka ucapan itu akan keluar dari mulut anaknya ya
1017.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 568 kali sebagai koto ga aru
Baca
+Pustaka
TERNYATA JODOH

TERNYATA JODOH

Kesakitan masalalu membuat sosok lemah Tila kini sekokoh batu karang. Keesokan paginya. Tila turun ke lantai dasar tepat sarapan akan segera di mulai. Tila hanya tersenyum kecil sebagai sapaan hormatnya pada Aris Tirtando. Selebihnya ia hanya menampilkan ekspresi datar pada Adam yang lebih dulu turun, Eddel, dan Winar. Baginya, menyapa ketiga orang yang membuatnya sakit mata hanyalah buang-buang waktu.
105.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 138 kali sebagai koto ga aru
Baca
+Pustaka
The Twins

The Twins

Rasanya seperti mendapat koyakan yang dasyat dan membabi buta di dalam rongga perutnya. “Hehe,” kikik Bela dengan manisnya. “Aku jemputnya di depan gang kok, itu pun kalau Mas Aru mau. Ya sudah Mas hati-hati ya? Aku ada kejutan untuk Mas di rumah.” “Kejutan apa?” Aru terhuyung dan hampir limbung. Akan tetapi dia bisa menyeimbangkan kakinya lagi. Sial, dia harus beristirahat sebentar jika tidak ingin benar-benar pingsan. Mata Aru menyipit demi melihat jarak bagian loby bandara. Kira-kira masih seratus meter jauhnya dan diperparah dengan derap kaki sangat lambat miliknya.
105.5K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 163 kali sebagai koto ga aru
Baca
+Pustaka
Katamu Uang Tak Kenal Saudara

Katamu Uang Tak Kenal Saudara

Air mataku luruh membasahi mukena. Mas Gito mendekat kepadaku wajahnya kacau. "Mbak Arum, sabar. Saya minta maaf, karena kecerobohan saya, kayu itu ambruk menimpa rumah sampean. Saya pasti tanggung jawab, Mbak," ucapnya penuh penyesalan.
7.840.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.6K kali sebagai koto ga aru
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status