Kita yang Terluka
Rika bicara sambil mengetuk-ngetuk kotak kado dengan jari telunjuknya.
“Kata Papa, jangan berteman dekat dengan lelaki karena nanti dikira kecentilan. Mama kok punya banyak teman dekat lelaki? Mama juga pergi sama Om Azzam dan Om Indra, padahal kata Papa itu tidak boleh. Apa itu namanya kata Papa kalau begitu itu … eeee … aduh, Rika lupa. Apa sih, Dek, yang kemarin Papa bilang?” Rika menyenggol Riko yang asyik memperhatikan Arjun main games di ponselnya. “Ah, iya, keganjenan! Apa Mama keganjenan seperti yang Papa katakan?”
Merah padam wajah Zahra mendengar ucapan anaknya. Telinganya terasa panas. Dadanya berdebar tak menentu karena tidak menyangka ucapan itu akan keluar dari mulut anaknya ya
Bab Populer