Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Semalam Bersama Tuan Presdir

Semalam Bersama Tuan Presdir

kata Arumi dengan mata berbinar- binar. "HAHAHAHAH! KAU KEBANYAKAN MENONTON SKENARIO DAN FTV! Bangun! Ini dunia nyata," ledek Aruna. "Ck!" sahut Arumi sambil melempar bantal sofa yang ada di dekatnya pada Aruna. Aruna masih terus tertawa.
1049.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai koto ga aru
Baca
+Pustaka
PERNIKAHAN PELUNAS HUTANG

PERNIKAHAN PELUNAS HUTANG

“Kenapa Mas Atha marah? Ara bikin salah apa?” “Ala… betatak towel Mas Atha.” Kening Arjuna mengernyit. ‘Betatak, kata dari planet mana itu?’ Pikir Arjuna. Melihat kebingungan di mata Arjuna, Cakra terkekeh. “Ara jahil ya sama Mas Atha?” Ara mengangguk pelan. “Mas Atha bikin towel, telus Ala tambah satu balok… telus betatak deh. Mas Atha malah."
9.99.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 311 kali sebagai koto ga aru
Tampilkan Ulasan (35)
Baca
+Pustaka
UmiLily
Cerita yang diawali konflik berat, tapi dibacanya tetap terasa ringan. Bahasanya ngalir meskipun ada beberapa typo. Salah satu bacaan on going yang menemani hari-hariku belakangan ini. Semangat nulis ya Kak An
LilyAnnie
Alhamdulillah sudah tamat. Terima kasih buat kalian yang sudah membersamai cerita ini selama beberapa bulan. terima kasih untuk segala dukungannya dan mohon maaf bila banyak kurangnya ya ... sampai jumpa di tulisan saya berukut
Baca Semua Ulasan
Ditikam Cinta

Ditikam Cinta

Ujar Aarav “Ehhh iya benar.” Ujar Bora yang mengerakan perlahan kakinya, kemudian Bora hendak berdiri dan Aarav memegang tangan Bora. Bora melompat kecil Kakinya “Ehhh Benar Kakiku tidak sakit lagi.” Ujar Bora “Apa aku bilang Aku jago urut dan Obat urut ini meresap panas dan membantu merelax kan otot kakimu yang sangat kaku itu.” Ujar Aarav
105.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 131 kali sebagai koto ga aru
Baca
+Pustaka
Pembalasan Mantan Istri CEO

Pembalasan Mantan Istri CEO

tanya Kumi, dia masih bersikap lembut menghadapi Arka. Arka menggebrak meja makan. “Sudah kubilang, tinggalkan aku sendiri. Cerewet sekali mulutmu!!” Dia menuangkan soto ayam ke dalam piringnya. Mukanya seketika berubah jelek. “Apa ini?” “Soto ayam.” “Cepat bawa tanganmu kemari!” Arka langsung menarik tangan Kumi dan memasukkan jari telunjuknya ke dalam mangkuk.
1043.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai koto ga aru
Baca
+Pustaka
Kita yang Terluka

Kita yang Terluka

Rika bicara sambil mengetuk-ngetuk kotak kado dengan jari telunjuknya. “Kata Papa, jangan berteman dekat dengan lelaki karena nanti dikira kecentilan. Mama kok punya banyak teman dekat lelaki? Mama juga pergi sama Om Azzam dan Om Indra, padahal kata Papa itu tidak boleh. Apa itu namanya kata Papa kalau begitu itu … eeee … aduh, Rika lupa. Apa sih, Dek, yang kemarin Papa bilang?” Rika menyenggol Riko yang asyik memperhatikan Arjun main games di ponselnya. “Ah, iya, keganjenan! Apa Mama keganjenan seperti yang Papa katakan?” Merah padam wajah Zahra mendengar ucapan anaknya. Telinganya terasa panas. Dadanya berdebar tak menentu karena tidak menyangka ucapan itu akan keluar dari mulut anaknya ya
1017.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 555 kali sebagai koto ga aru
Baca
+Pustaka
ENAK, PAK DOSEN!

ENAK, PAK DOSEN!

gumam Sagara dengan seringai nakal yang semakin lebar, matanya menatap Ara dengan penuh provokasi. Ara mengernyitkan dahi, benar-benar bingung dengan istilah asing yang pernah didengarnya dari mulut Sagara—tapi ia lupa apa artinya. “WOT? Apa WOT? Bahasa planet mana lagi ini?” “Woman On Top! Kamu di atas. Goyang” “Haaaa?”
9.9279.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 8.4K kali sebagai koto ga aru
Tampilkan Ulasan (32)
Baca
+Pustaka
Zizizaq
Suka baca karya orang lain, selain seru buat belajar juga. Ini ceritanya bagus.🤍 baca juga karya Zizizaq 1. Nikah kontrak berbuah cinta 2. Antara mencintai dan melupakan 3. Wanita ketiga duda kaya
OTHOR CENTIL
Hallo, Kak. Maaf kalau ceritanya tidak sesuai ekspektasi Kakaknya, ya. Di bab awal itu sudah jelas, Diana butuh uang karena uang sakunya dibatasi. Soal password kartu ATM itu, Damar juga bilang kok kalau sandinya nanti dikasih tahu lewat pesan.
Baca Semua Ulasan
Hayu

Hayu

“Terima kasih, Hayu.” Hayu mengangguk, dia menyeruput kopi buatannya, tak lupa dia juga menyuruh Jelita menikmati kopi buatannya. “Minumlah, hanya ini yang kami punya, mungkin tak semahal kopi yang biasa kamu minum, tapi yakinlah kopi ini mampu mengembalikan kewarasanmu yang hampir menghilang, walaupun hanya sedikit.”
105.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 165 kali sebagai koto ga aru
Baca
+Pustaka
Nasi Kotak

Nasi Kotak

Pak Wan yang duduk di teras berlari menuju mobil. "Ini, Pak." Memberikan tas warna cokelat pada Ayah. "Lima juta cukup, Bu?" Ayah memberikan uang pada Bu Yati. Seketika mata Bu Yati membulat melihat lembaran merah di depannya. "Cu-cukup." Bu Yati meraih uang tersebut dengan cepat. Jelas saja dia menjawab cukup. Harga sepeda seperti milik Ari tidak lebih dari satu juta. Apalagi hanya untuk mengganti roda yang bengkok.
1016.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 535 kali sebagai koto ga aru
Baca
+Pustaka
TERNYATA JODOH

TERNYATA JODOH

Kesakitan masalalu membuat sosok lemah Tila kini sekokoh batu karang. Keesokan paginya. Tila turun ke lantai dasar tepat sarapan akan segera di mulai. Tila hanya tersenyum kecil sebagai sapaan hormatnya pada Aris Tirtando. Selebihnya ia hanya menampilkan ekspresi datar pada Adam yang lebih dulu turun, Eddel, dan Winar. Baginya, menyapa ketiga orang yang membuatnya sakit mata hanyalah buang-buang waktu.
105.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 135 kali sebagai koto ga aru
Baca
+Pustaka
My Destiny

My Destiny

Jangan kasih kendor Gems-nya Terima kasih AR_Merry
9.918.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 685 kali sebagai koto ga aru
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
456789
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status