Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Pesan Kotor Di Laptop Anakku

Pesan Kotor Di Laptop Anakku

Zulaika tampak antusisas melihat hewan-hewan tersebut asyik terbang ke sana ke mari dengan bebasnya. “Mas, lihat deh, itu ada elang jawa besar sekali. Itu kan, hewan langka,” katanya sambil menarikku ke kandang besar yang diisi oleh pepohonan besar rimbun, di mana sedang bertengger elang jawa besar di atas salah satu dahannya. “Iya. Hewan yang hampir punah. Populasinya udah menyamai total penduduk pria jomlo yang setia dan siap menerima pasangan dengan segala kondisi. Hehehe.”
1065.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai mata elang manusia
Baca
+Pustaka
Malaikat Elang

Malaikat Elang

Imajinasi yang tengah aku rangkai, buyar seketika. “Oh.. eh, gue baik-baik saja.” Mendadak aku menjadi gagap. Cepat-cepat aku berlalu menjauh dari pemilik mata elang itu, tanpa sempat meminta maaf. Kok perasaanku jadi aneh gini ya? Kayak habis ketemu sama malaikat maut aja. Jangan-jangan dia benaran malaikat maut lagi? Jangan-jangan sebentar lagi aku akan mati? Aku membiarkan dugaan-dugaan menari bebas dalam benakku. Ω
2.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 59 kali sebagai mata elang manusia
Baca
+Pustaka
Objek Hasrat Tuan yang Memiliki Segalanya

Objek Hasrat Tuan yang Memiliki Segalanya

Matanya kembali menatap Rendra tajam. “Memangnya kata siapa aku tidak menganggap kamu manusia?” Jika dia tidak menganggap Elea manusia, apa dia gila karena menginginkan Elea seperti perempuan itu adalah sumber kehidupannya? “Kalau Mas Rendra menganggap aku manusia,” Elea mendesah pelan, menggelengkan kepala seolah lelah dengan sikap pria di atasnya, “Aku nggak mungkin diperlakukan seperti burung kayak gini.”
2.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 73 kali sebagai mata elang manusia
Baca
+Pustaka
Mata Batin

Mata Batin

Merasa iba dengan nasib seusianya. "Argh!" Kadet merasakan nyeri dan panas di sekitar tubuh. "Aku harus apa?" tanya Bara kepada makhluk di hadapannya. Belum pernah mengalami hal seperti ini. Air terjun terus mengalir. Mereka saling kejar mengejar hingga terjatuh di tempat paling akhir. Air terjun Santang. Santang adalah nama sebuah bangsa setengah manusia dan hewan.
1019.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 579 kali sebagai mata elang manusia
Baca
+Pustaka
MATI RASA

MATI RASA

Di teguknya air itu sampai menyisakan setengah isinya, membuat Andra kembali angkat suara. "Haus banget ya bu, sampai habis setengah tuh." Godanya sambil tersenyum memperlihatkan kedua lesung pipi diwajahnya yang cukup tampan. "Makasih banyak mas!" Balas Aulya singkat tanpa melihat Andra di depannya. "Iya sama-sama bu." Ungkap Andra lagi.
107.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 195 kali sebagai mata elang manusia
Baca
+Pustaka
Gairah Bad Boy Salah Sasaran

Gairah Bad Boy Salah Sasaran

Mata Elang berwarna merah, menyorot tajam pada Nindya untuk mencari jawaban. Nindya menggeleng ringan dengan ekspresi lembut, "Itu adalah hak, El! Perasaan itu diberikan Tuhan agar kamu selalu ingat betapa pentingnya kehadiran seorang ibu bagi anak!" Elang tertawa sedih, banyak luka yang tersampai dari ekspresi yang menurut Nindya ganjil dan tidak lazim. Ada kemarahan dan rasa sakit tak terkira yang bercampur di wajah tampan tapi berantakan tersebut.
1011.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 433 kali sebagai mata elang manusia
Baca
+Pustaka
ATURAN LANGIT!

ATURAN LANGIT!

"Mereka siapa Elang? Apa mereka disini ingin menangkapku?" "Iya, Nona. Orang-orang ini pasti sama dengan yang tadi. Tenanglah, aku akan segera bereskan mereka," Elang maju ke muka. Langkahnya nampak tegas. Tidak ada ketakutan sedikitpun di wajahnya. "Kalian tidak akan mendapatkan apapun yang kalian inginkan, sebaiknya kalian saja yang pergi dari sini!" *Dasar manusia bodoh! Kamu sedang mencari mautmu sendiri kalau begitu! Kawan-kawan, ayo kita bereskan dia!"
9.272.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.1K kali sebagai mata elang manusia
Baca
+Pustaka
Selir Harem Memelihara Monster Perkasa

Selir Harem Memelihara Monster Perkasa

Di tengah kabut tipis itu, manusia dan manusia hewan menunjukkan hasrat mereka yang paling mendasar. Salah satu selir bahkan memeluk seorang manusia hewan dengan mata seperti udang. Meski menonjol keluar, mata udang itu tidak tampak menakutkan, malah terlihat lucu dan polos. Tak kusangka, mata udang itu adalah bentuk yang sengaja diubah oleh manusia hewan tersebut.
9.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 206 kali sebagai mata elang manusia
Baca
+Pustaka
Geger Kahyangan

Geger Kahyangan

kata Aung Ma. Bara tersenyum mendengar ucapan pria tersebut. "Ternyata, Binatang lebih ramah daripada manusia...Di dunia nyata nanti, aku perlu membangun pertemanan dengan mereka...Hm, bukankah Indira juga berasal dari Ras Binatang? Begitu juga dengan Manguntur dan Lu Shi..." batin Bara. Aung Ma berteriak keras membuat Bara tersadar dari lamunan. Saat itu dia melihat burung elang raksasa yang terbang dengan cepat kearahnya siap untuk menyambar dengan kuku MERAH menyala.
8.962.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.2K kali sebagai mata elang manusia
Baca
+Pustaka
Istri Muda sang Hot Duda

Istri Muda sang Hot Duda

gerutu Ayunda lirih. Sebagai wanita, jelas sekali dia tidak buta dengan ketampanan suaminya. Wajahnya bule dengan jambang tipis menghiasi rahang tegasnya. Belum lagi bola mata yang berwarna biru gelap, seakan menghayutkan siapapun orang yang ditatap oleh Elang. Ditambah dengan postur tubuh Elang yang tegap dengan tinggi lebih dari 180 cm, membuat Elang semakin gagah meski usianya tidak lagi muda. sungguh berbeda dengan pria lokal yang seumuran dengan Elang.
1048.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai mata elang manusia
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status