Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
MENGAPA CINTA MENYAPA

MENGAPA CINTA MENYAPA

Renty setengah mati menahan tawa melihat atasannya yang berpostur bak anak SD atau SMP itu sampai berkeringat demi untuk bisa duduk normal. Renty yang tidak sabaran langsung menyampaikan alternatif lain. "Perlu gue bantu?" "Maksud elo apa? Jangan sok jadi pahlawan!" jawab Edwin yang makin terengah-engah. Dalam hati ia mengutuk staf bagian pengadaan yang membeli kursi putar yang ukurannya di ruang itu ternyata lebih besar daripada di ruang lain. Untuk membuatnya turun lebih rendah, kursi itu memiliki tuas yang dirancang untuk ditekan dari atas. Bukan untuk ditarik dari arah bawah seperti yang sekarang ia setengah mati lakukan!
6.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 179 kali sebagai kursi tangan
Baca
+Pustaka
Perjalanan Dimensi Waktu Sang Genius

Perjalanan Dimensi Waktu Sang Genius

Di atasnya, terletak sebuah kursi besar yang terbuat dari kulit harimau. Ada seorang gadis tomboi yang duduk di kursi itu. Tangan kirinya diletakkan di atas lutut kiri yang dinaikkan ke atas kursi, sedangkan tangan kanannya memegang sebilah pedang yang diletakkan di atas bahunya. Matanya yang tajam menatap Jamal dengan penuh ancaman.
96.1M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 196.4K kali sebagai kursi tangan
Tampilkan Ulasan (2659)
Baca
+Pustaka
Winda KD Fashion
Ceritanya bagus, penuh inspirasi tapi... saya tidak setuju Wira nikah lagi. Kasihan Wulan, selama 3 tahun menahan siksa dari Wira lahir dan batinnya. Walaupun dia tersiksa, dia gak mau ninggalkan Wira, dia selalu melayani dan memenuhi kebutuhan Wira. Wira jadi orang kaya, malah nambah istri lagi ...
Hasan Aunur Rofiq
saya sangat menyukai novel ini karena ceritanya sangat menarik dan pembaca dapat dengan mudah memahami isi novel ini tetapi sayangnya bab di dlm novel ini sangat pendek namun dengan kelebihan dan kekurangan tersebut novel ini tetap sangat layak untuk di baca dan terimakasih untuk pembuat novel ......
Baca Semua Ulasan
Akhir Dari Sebuah Siksaan Batin

Akhir Dari Sebuah Siksaan Batin

Aku melangkah mengikuti arah suara itu, lalu melihat sebuah kursi erotis yang dirancang untuk mengunci tubuh seseorang dalam berbagai posisi yang memalukan. Sebuah tangan yang putih bersih tampak terjulur dari samping kursi, mencoba menggapai sabuk kulit yang terjatuh di lantai. “Siapa di sana?” tanyaku pura-pura tidak tahu sambil memutar ke bagian depan kursi untuk melihat wajahnya. Ternyata dia! Evelyn, putri pemilik toko. Dia baru kuliah semester satu.
1.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 50 kali sebagai kursi tangan
Baca
+Pustaka
Bukan Siti Nurbaya

Bukan Siti Nurbaya

Santi yang berada tepat di sisi kananku langsung menepis tangan Tami yang bertengger di bahuku. “Nggak punya adab ya!” Celetuk Dewi. “Itukan masih ada 2 kursi kosong. Kalian bisa bergeser khan!’” Ketus Tami. “Kenapa nggak kamu aja yang duduk di situ?” kesal Dewi.
1.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 43 kali sebagai kursi tangan
Baca
+Pustaka
Suami Kiriman Bikin Nyaman

Suami Kiriman Bikin Nyaman

"Ini kopinya, Mbak Laras," ucap Bik Yanti setelah aku duduk di kursi jengki. Kursi buatan Jepara yang pendek berbahan kayu yang dipadukan dengan rotan. "Duduk sini, Bik."
105.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 191 kali sebagai kursi tangan
Baca
+Pustaka
Syair Singgasana 1 : Prahara Di Balik Kabut

Syair Singgasana 1 : Prahara Di Balik Kabut

Sedangkan dua kursi yang berada di samping kiri-kanannya berukuran lebih kecil dari satu kursi utama itu, tapi lebih besar dari kursi lainnya. Kursi yang lebih besar dari kursi lain itu ditempati oleh seorang wanita berusia 24 tahun. Wajahnya sangat bercahaya, putih bersih, kedua bola matanya sangat indah bagaikan sepasang mutiara cerah berwarna cokelat berkilau. Alisnya seperti lukisan liukan sungai yang berwarna gelap namun mempesona. Rambutnya yang lebih panjang dari bahu tergerai lemah seperti medan magnet yang kuat untuk memaksa setiap makhluk untuk membelainya.
1015.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 361 kali sebagai kursi tangan
Tampilkan Ulasan (6)
Baca
+Pustaka
Tommy Rainbowisdom
Nah ini, novel fantasy yang aku tunggu-tunggu. Udah bagus, bikin penasaran lagi... Penasaran sama kelanjutan cerita Ganendra, Ayunda, dan karakter-karakter lain. Settingnya juga oke punya ... Ada kota favoritku, Palangkaraya. Cepet-cepet update, Thor!
fatekhatur rohmah
Temponya emang gak terlalu cepat, pelan tapi udah ada kejutan di bab-bab awal dan bikin penasaran. Dialognya bagus dan penulis bener2 pas ngasih momen yang bikin aku kaget alias ga buru-buru. Masih belum bisa ditebak tokoh jagoannya yh mana nih, plis deh yg kayak gini jangan cepet2 tamat
Baca Semua Ulasan
Dijaga Gadis-Gadis Berdasi, Dikejar Para Janda Berdaster

Dijaga Gadis-Gadis Berdasi, Dikejar Para Janda Berdaster

Bahkan meja, kursi, dan bangku di sudut ruangan pun terbuat dari kayu berkualitas tinggi. Saat ini, Ryan setengah berbaring di atas bantal duduk, memandang kedua wanita itu sambil tersenyum. "Aku punya jurus rahasia. Siapa yang mau mencoba duluan?" Keduanya berpandangan, tak ada yang bersuara. Tampaknya sama-sama enggan mencoba lebih dulu. Ryan tertawa kecil. "Kenapa tegang begitu? Teknik tanganku sangat bagus."
10108.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.0K kali sebagai kursi tangan
Baca
+Pustaka
Nona CEO Looking for Love

Nona CEO Looking for Love

Tidak lupa bacaan ayat kursi terlantun dari bibirnya. Satu kali berdoa, cengkeraman aneh itu tidak kunjung lepas. Dua kali berdoa, Asher merapalkan ayat kursi dengan suara yang cukup keras. Yang aneh, bukan lepas cengkeramnya, kedua kaki itu justru semakin berat. Kini resmi terasa ada dua tangan yang menggantung di pergelangan kakinya. “Baca ayat kursi dua kali, dua tangan. Kalau baca yang ketiga, nanti jadi tiga tangan? Ih serem kali itu makhluk. Bukannya lari terbirit-birit malah menambah pasukan.”
105.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 122 kali sebagai kursi tangan
Baca
+Pustaka
Istri yang Tak Sempurna

Istri yang Tak Sempurna

makanya Aida berani menimpali seperti ini. Seperti kursi sekolah, hanya lebih halus penyelesaiannya dan warnanya yang putih, halus, terkesan lebih mahal. Tapi tetap itu hanya kursi kayu biasa yang membuat bokong akan terasa panas juga pinggang pegal-pegal kalau diduduki lama-lama. "Sssh, siapa suruh komen?" protesnya, ketika mendekat pada Aida dengan membawakan sesuatu untuk alas kaki Aida.
966.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.1K kali sebagai kursi tangan
Tampilkan Ulasan (9)
Baca
+Pustaka
Ri Chi Rich
hai akak semua. terima kasih sudah baca ceritaku. kisah ini adalah kelanjutan dari novelku sebelumnya: Cinta Untuk Nada - Pelakor - Wanita Kedua - Matre - Gimmick -2nd chance in lyon - Dimulai dengan ikatan perjanjian. Dan Istri yang tak sempurna adalah penyempurna novel sebelumnya.
Rika
ceritanya seru dan penasaran..nice.... kadang agak bosen jika alur pikiran tokoh panjang kali dijabarkan. tapi, penulisnya keren dan banyak ilmu interior dll yg dikembangkan.. pasti pintar dan cerdas ni kyk aida si penulis ya... loveee
Baca Semua Ulasan
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status