Jenderal! Istrimu Bukan Pajangan
Senar-senar kecapi membentang rapi, berkilau lembut di bawah cahaya lentera, seolah menunggu jari yang akan membangunkannya dari diam panjang.
Di sisi lain panggung, sedikit terpisah tapi tetap dalam satu kesatuan, berdiri sebuah kursi tinggi. Untuk mencapainya, harus menaiki tiga anak tangga kayu yang sempit dan tegak. Kursi itu kokoh, punggungnya lurus, posisinya menghadap kecapi—bukan penonton. Di atas sandaran kursi, sebuah seruling diletakkan dengan rapi, panjangnya ramping, permukaannya memantulkan cahaya seperti garis tipis perak.
Dua titik itu seolah sejak awal dirancang untuk dua orang. Bukan untuk saling mengungguli, melainkan saling mengisi.
Bab Populer