Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Bicara

Bicara

Tangan yang ia gunakan untuk menopang pada kursi belajarnya sudah tidak mampu lagi menopang tubuhnya. Tangan Bian mengepal dengan penuh penyesalan pada dirinya sendiri. Maaf Misell .... ***** TO BE CONTINUED~
7.6K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 288 kali sebagai kursi tangan
Baca
+Pustaka
Suratan Takdir Sang Anak Paranormal

Suratan Takdir Sang Anak Paranormal

Kursi itu terbuat dari kayu jati yang kuat dengan bantalan empuk di bagian tengahnya. Angi sempat ingin duduk di kursi itu, ah, sayangnya bukan waktu yang cukup untum berleha-leha disana. Kesempatan ini cukup untum mengistirahatkan badan dan energinya. Angi beranjak naik ke tempat tidur. Ia membuka kedua sendal talinya yang sejak dua hari yang lalu tak pernah dilepasnya. Terbayang rasa perih tali itu mengelilingi kaki Angi yang sudah bertambah memar akibat banyak melewati jalan yang tidak mulus.
108.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 202 kali sebagai kursi tangan
Baca
+Pustaka
ISTRI BERCADARKU MANTAN MAFIA

ISTRI BERCADARKU MANTAN MAFIA

Yudha bahkan menutup mulutnya sekeras yang dia bisa membayangkan hal terburuk yang sedang terjadi pada keluarganya sedangkan dia tidak berbuat apa-apa. Sekarang, setelah yakin para penjahat itu pergi, perlahan Yudha mengangkat kursi itu. Gemetar tubuhnya saat berdiri dan berhasil keluar dari lubang kursi hiasnya. Kursi itu terbuat dari kayu dengan desain yang memiliki lubang yang penuh. Ukuran lebarnya cukup untuk menampung tubuh manusia yang meringkut duduk. Tidak akan ada yang curiga, ada manusia yang bersembunyi di dalamnya karena mengira itu hanya kursi kayu penuh, tanpa lubang.
10273.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 9.3K kali sebagai kursi tangan
Baca
+Pustaka
KUKU BU SAPTO

KUKU BU SAPTO

Hanya begerak tanpa ada yang duduk di atasnya. "Lalu sekarang apa yang harus kita lakukan Mas?" "Sekarang perhatikan sosok itu, Sa! lewat kaca lemari. Lihat kedua tangannya yang di sandaran kursi!" Raisa mulai memperhatikan kedua jemari tangan Mbok Yumna. Yang memegang erat kayu berbentuk bulat di ujung sandaran kursi. Lalu, dia menoleh pada Delon. Dengan dahi yang berkerut.
1078.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.2K kali sebagai kursi tangan
Tampilkan Ulasan (37)
Baca
+Pustaka
Nannys0903
Mampir ke karyaku MALAM TANPA NODA Faisal tak menemukan bercak dara di atas ranjang apa benar istrinya sudah tak perawan. memilih menikahi wanita lain pilihan ibuanya tanpa mau menyentuh istri pertama. Mampukah Airi bertahan dalam rumah tangganya.
Hayisa Aaroon
Berbagai hal ganjil yang dialami pemandi jenazah setelah memandikan jenazah benar adanya, itu saya dengar langsung dari mereka. Banyak pelajaran hidup bisa ambil dari mereka yang sudah tidak hidup. Terimakasih Penulis untuk tema luar biasanya, mengingat kematian membuat hati kita, down to the earth.
Baca Semua Ulasan
Nona Hemat di Sarang Konglomerat

Nona Hemat di Sarang Konglomerat

"Duduk," perintah Raka Pradana. Suaranya tidak keras, tidak membentak, tapi memiliki bobot otoritas yang membuat lutut Citra Melati refleks menekuk. Citra duduk di satu-satunya kursi ergonomis di ruangan itu. Kursi Herman Miller seharga dua puluh juta yang terasa memeluk punggungnya dengan presisi menakutkan. Di sekelilingnya, rak-rak server menjulang seperti gedung pencakar langit mini, lampu indikatornya berkedip biru dalam ritme hipnotik.
1.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 32 kali sebagai kursi tangan
Baca
+Pustaka
Melahirkan Anak untuk Sang Miliarder

Melahirkan Anak untuk Sang Miliarder

Tania langsung mengalihkan pandang. Melihat sebuah kursi kayu, Tania menariknya ke dekat pohon. Satu tangannya memegang hiasan bintang, sedang satu tangannya yang lain memegang bagian tepi kursi. Berancang-ancang untuk naik sebelum seseorang menarik bagian belakang bajunya. "Tidak usah aneh-aneh. Kau bisa jatuh."
1039.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.6K kali sebagai kursi tangan
Baca
+Pustaka
Kursi Panas di Kantor

Kursi Panas di Kantor

tanya Rindi dengan nada mengiba. Giselle menggelengkan kepalanya seraya tertawa ringan, "Bukan benci sama kamu, kok!" ujarnya santai. "Kenapa, Rindi? Perlu bantuan?" tanya Giselle sejurus kemudian. Rindi masuk ke dalam ruangan Giselle dan berjalan menuju kursi yang diletakkan di depan mejanya. Digunakan jika memang ada anak buahnya yang butuh datang untuk konsultasi dengannya.
1029.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 654 kali sebagai kursi tangan
Baca
+Pustaka
Antara Kau, Aku & Papimu

Antara Kau, Aku & Papimu

Ada tiga buah kursi terbuat dari besi dengan motif pada bagian pegangan kursi berisi daun dan pada ujungnya melingkar, serta pada bagian sandarannya tampak dibuat garis-garis horizontal. Di depannya ada sebuah meja yang terbuat dari besi dengan motif melingkar pada bagian sisi kaki kursi. Dan kursi itu warna putih dengan spons pada dudukan kursi berwarna hijau tua. Serta ada sebuah pot kaca setinggi tiga puluh centimeter berisi pohon sri rejeki yang berdaun hijau pekat.
9.781.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.1K kali sebagai kursi tangan
Tampilkan Ulasan (24)
Baca
+Pustaka
Parikesit70
Terima Kasih untuk Pembaca Setia Parikesit70 yang udah ikut sampai ke sini.. Terharu... dan sulit utk diungkapkan dgn kata-kata. Apalah arti cerita ini tanpa dukungan dari kakak semua Love You All Sekebon yaa.........️...... ...️LOVE...LOVE...LOVE...️
Pepermints
duh baru bisa baca kak, kemaren sakit dan harus dikurangi hpnya .......padahal udah kangen bgt sama erlangga........ love love pokoknya.. maksih ya kak.. semangat terus nulisnya.. jangan lupa istrhat.. .........
Baca Semua Ulasan
Malam Pertama Sang Istri Kontrak

Malam Pertama Sang Istri Kontrak

“Lihat, bukan buatan tukang profesional, tapi cukup kuat untuk kita gunakan.” Aisyah meletakkan keranjang, lalu mendekat. Ia meraba permukaan kursi itu dengan jari-jarinya, lalu menatap Arga penuh kagum. “Bagiku ini lebih berharga daripada kursi paling mahal di dunia. Karena kau yang membuatnya dengan tanganmu sendiri.”
101.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 57 kali sebagai kursi tangan
Baca
+Pustaka
Selir Chun! Kaisar Hanya Menginginkanmu!

Selir Chun! Kaisar Hanya Menginginkanmu!

Langkahnya cepat dan beraturan menuju kursi tunggal di tengah ruangan. Kursi itu bukan singgasana megah, melainkan kurau kayu lebar dengan sandaran tinggi yang dilapisi kain suku berwarna tanah dan merah darah. Motifnya berupa garis-garis miring dan simpul kuno yang melambangkan kekuatan serta perlindungan. Kain itu tampak sudah usang. Namun, setiap helainya seolah menyimpan aroma tanah dan asap perapian.
1069.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.9K kali sebagai kursi tangan
Tampilkan Ulasan (25)
Baca
+Pustaka
Nissa Salsabila
makasih kak thor untuk bab 260 nya. ini yg saya tunggu dari lama. ruang kaisar bersantai dengan ratu chun. biar terasa bucin nya kaisar :) selalu selipkan d setiap bab keromantisan kaisar dan ratunya ya kak. :)
Emaknya Trejo
meskipun aku agak kemusuhan dengan dirimu thor tp i luv u pull lah,makasih ya udh bkn novel sebagus ini,,yah walaupun sebagian ada yg bilang bertele-tele tp bagiku ini salah satu novel terseru yg pernah aku baca!!sekali lg mksh ya author
Baca Semua Ulasan
Sebelumnya
1
...
34567
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status