Cinta Pengganti
“Iya, main.”
“Tapi di sini sepi, nggak ada mainan, nggak ada Kasih juga.” Ketika langkah Duta berhenti di samping meja, tangannya spontan terjulur memegang punggung kursi yang ada di sampingnya. Duta tidak mengerti dengan bahan kain yang digunakan untuk melapisi kursi tersebut, tetapi ia paham harganya pastilah sangat mahal.