Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Lima Samurai Batavia

Lima Samurai Batavia

Siapa lagi kalau bukan Hide? Tujuh gelas keramik bermotif ranting berbunga ditaruh Ayame-sama di atas meja bundar. Takeshi, Yukiko, dan kelima murid Shitaro duduk di kursi kayu dari meja bundar tersebut. Kayunya asli jati dari Jepara. Kursi dari meja ini berjumlah sepuluh, sehingga tinggal dua kursi kosong yang tak diduduki. "Silahkan, diminum," dalam keadaan duduk, Ayame agak membungkukkan badannya sedikit, mempersilahkan para tamunya untuk menikmati suguhan pelepas dahaga.
107.3K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 183 kali sebagai kursi tangan
Baca
+Pustaka
Disangka Ojek Ternyata Miliuner

Disangka Ojek Ternyata Miliuner

Panggung tersebut dihiasi dengan latar belakang yang futuristik, menciptakan kesan hanya orang-orang tertentu saja yang dapat menikmati acara tersebut. Mereka akhirnya melanjutkan berkeliling mencari barang-barang yang belum terceklis dilist. Tibalah mereka di stand kursi putar ala kantor. Jonathan melihat itu langsung asal pilih. Begitu juga dengan Dion. Yang penting murah dan nyaman. "Ni aja bro, empuk," ucap Dion Pandangan tertuju pada kursi putar yang diduduki oleh Dion. Sementara itu Jonathan juga tampak memilih kursi yang terbaik menurut versinya.
9.220.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 627 kali sebagai kursi tangan
Baca
+Pustaka
Dalam Jeratan Bodyguard Tampan

Dalam Jeratan Bodyguard Tampan

Meja dan kursi terlihat terbuat dari kayu jati, berat dan kuat. Di atas kursi duduklah seorang pria yang tak lain adalah Dodi. Ia tengah meminum secangkir kopi dengan nikmat, matanya memandangi Grita tanpa ekspresi. Grita menutup pintu dan berjalan mendekat. Di meja sudah tersedia secangkir teh untuknya. “Duduk,” ucap Dodi. Grita menurut, tapi tak tertarik menyentuh teh itu.
2.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 86 kali sebagai kursi tangan
Baca
+Pustaka
Suami Perkasa

Suami Perkasa

nada peringatan itu lemah. “Apa? Aku cuma ngecek kualitas kursi,” katanya pura-pura polos, jemari menggambar lingkaran kecil di kain tipis celana Sukma. “Itu paha manusia, bukan kursi.” “Lebih bagus. Hangat, empuk, eksklusif, dan hanya aku yang boleh duduk.”
109.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 363 kali sebagai kursi tangan
Baca
+Pustaka
MENGAPA CINTA MENYAPA

MENGAPA CINTA MENYAPA

Renty setengah mati menahan tawa melihat atasannya yang berpostur bak anak SD atau SMP itu sampai berkeringat demi untuk bisa duduk normal. Renty yang tidak sabaran langsung menyampaikan alternatif lain. "Perlu gue bantu?" "Maksud elo apa? Jangan sok jadi pahlawan!" jawab Edwin yang makin terengah-engah. Dalam hati ia mengutuk staf bagian pengadaan yang membeli kursi putar yang ukurannya di ruang itu ternyata lebih besar daripada di ruang lain. Untuk membuatnya turun lebih rendah, kursi itu memiliki tuas yang dirancang untuk ditekan dari atas. Bukan untuk ditarik dari arah bawah seperti yang sekarang ia setengah mati lakukan!
7.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 183 kali sebagai kursi tangan
Baca
+Pustaka
Perjalanan Dimensi Waktu Sang Genius

Perjalanan Dimensi Waktu Sang Genius

Di atasnya, terletak sebuah kursi besar yang terbuat dari kulit harimau. Ada seorang gadis tomboi yang duduk di kursi itu. Tangan kirinya diletakkan di atas lutut kiri yang dinaikkan ke atas kursi, sedangkan tangan kanannya memegang sebilah pedang yang diletakkan di atas bahunya. Matanya yang tajam menatap Jamal dengan penuh ancaman.
96.2M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 196.8K kali sebagai kursi tangan
Tampilkan Ulasan (2659)
Baca
+Pustaka
Adelia
Ijin promosi novel judul: Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasihku. Sialnya, pria yang kutemui di bar dan hampir tidur denganku semalam adalah Arkana Wijaya, eksekutor perusahaan yang dikirim untuk memecat seluruh departemenku
Dillah_whj
izin promosi ya kk ... ayo kk/mas jangan lupa mampir kecerita saya judulnya: Diary Dira kisah tentang seorang pramugari yang berusaha sembuh dari luka akibat penghianatan kekasihnya yang ternyata sudah melangsungkan pertunangan dengan wanita lain. Ada juga pak tentara tampan yang akan nyembuhin
Baca Semua Ulasan
Akhir Dari Sebuah Siksaan Batin

Akhir Dari Sebuah Siksaan Batin

Aku melangkah mengikuti arah suara itu, lalu melihat sebuah kursi erotis yang dirancang untuk mengunci tubuh seseorang dalam berbagai posisi yang memalukan. Sebuah tangan yang putih bersih tampak terjulur dari samping kursi, mencoba menggapai sabuk kulit yang terjatuh di lantai. “Siapa di sana?” tanyaku pura-pura tidak tahu sambil memutar ke bagian depan kursi untuk melihat wajahnya. Ternyata dia! Evelyn, putri pemilik toko. Dia baru kuliah semester satu.
2.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 61 kali sebagai kursi tangan
Baca
+Pustaka
Bukan Siti Nurbaya

Bukan Siti Nurbaya

Santi yang berada tepat di sisi kananku langsung menepis tangan Tami yang bertengger di bahuku. “Nggak punya adab ya!” Celetuk Dewi. “Itukan masih ada 2 kursi kosong. Kalian bisa bergeser khan!’” Ketus Tami. “Kenapa nggak kamu aja yang duduk di situ?” kesal Dewi.
1.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 48 kali sebagai kursi tangan
Baca
+Pustaka
Suami Kiriman Bikin Nyaman

Suami Kiriman Bikin Nyaman

"Ini kopinya, Mbak Laras," ucap Bik Yanti setelah aku duduk di kursi jengki. Kursi buatan Jepara yang pendek berbahan kayu yang dipadukan dengan rotan. "Duduk sini, Bik."
105.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 200 kali sebagai kursi tangan
Baca
+Pustaka
Syair Singgasana 1 : Prahara Di Balik Kabut

Syair Singgasana 1 : Prahara Di Balik Kabut

Sedangkan dua kursi yang berada di samping kiri-kanannya berukuran lebih kecil dari satu kursi utama itu, tapi lebih besar dari kursi lainnya. Kursi yang lebih besar dari kursi lain itu ditempati oleh seorang wanita berusia 24 tahun. Wajahnya sangat bercahaya, putih bersih, kedua bola matanya sangat indah bagaikan sepasang mutiara cerah berwarna cokelat berkilau. Alisnya seperti lukisan liukan sungai yang berwarna gelap namun mempesona. Rambutnya yang lebih panjang dari bahu tergerai lemah seperti medan magnet yang kuat untuk memaksa setiap makhluk untuk membelainya.
1015.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 366 kali sebagai kursi tangan
Tampilkan Ulasan (6)
Baca
+Pustaka
fatekhatur rohmah
Temponya emang gak terlalu cepat, pelan tapi udah ada kejutan di bab-bab awal dan bikin penasaran. Dialognya bagus dan penulis bener2 pas ngasih momen yang bikin aku kaget alias ga buru-buru. Masih belum bisa ditebak tokoh jagoannya yh mana nih, plis deh yg kayak gini jangan cepet2 tamat
Rizki Ansyari
Dunia dibalik kabut adalah refleksi dunia awam sesungguhnya, dimana semua ego, intrik, pengkhianatan akan selalu ada. Penulis mempu membukus kisah ini dengan begitu rapi tapi juga memainkan emosi pembaca. Kereeenn
Baca Semua Ulasan
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status