Our Destiny
Lizza tersenyum, senyum miris yang sarat akan luka lebih tepatnya.
"Maaf, jika memnuatmu sedih, Noona.
Aku tidak bermaksud mengungkitnya kembali, mungkin saja kau berminat mencari pasangan yang setampan Presdir Park." Lagi-lagi pemuda bermarga Yoon itu menggodanya, hanya untuk membuat wanita cantik itu kembali tertawa.
"Apa? Kau ingin Nyonya Park membunuhku, dan Sean menjadi yatim piatu, sialan kau, adik macam apa kau, sini akan kujewer telingamu."
Hot Chapters