Se connecterApakah kau percaya dengan reinkarnasi atau kehidupan setelah kematian? Beberapa orang mungkin percaya dan beberapa yang lainnya mungkin juga tidak. Young Mi adalah salah satu bagian dari orang yang tidak mempercayai hal semacam itu. Menurutnya reinkarnasi adalah salah satu hal yang tidak dapat dijelaskan dengan logika meskipun ia beberapa kli melihat buktinya melalui kesaksian beberapa orang di internet. Namun, berbeda halnya dengan Yoon Jae. Ia mempercayai bahwa ada kehidupan setelah kematian. Young Mi tak pernah mempercayai adanya reinkarnasi hingga akhirnya ia dipertemukan dengan seorang laki-laki yang membuatnya berpikir, "Mungkinkah reinkarnasi benar-benar ada di dalam kehidupan manusia? Mungkinkah selama ini orang-orang yang kutemui pernah hidup di kehidupan sebelum kehidupan ini?" Bagaimana denganmu? Apakah kau percaya dengan kehidupan setelah kematian?
Voir plus"You are going to be fine, you are going to be fine, it's just school, you've survived worse, it would be just like a walk in the park." Her lips grew thin and firm as her head pounded with tension, her long hair at shoulder's length was white as snow and her eyes were the brightest blue as though reflecting the scene of the deep blue sea.
She sat at the edge of her seat with her sights fixed on the window view of the moving bus gazing at the tall trees and the distant gloomy mountains.
she had both her fingers intertwined as she shivered uncontrollably with spasm of worry etched on her face, today march 16 was the long-awaited dreaded day she would be starting school in a place notorious for its gang violence and poor learning conditions, trying to curb her nervousness she had constantly reminded herself how she survived six long brutal horrific years in a mental asylum.
"Hi I'm Annabelle, but you can call me Anne, I love your white hair, it's so beautiful." the white-haired girl was snapped out of her reverie by the tiny yet loud voice of the female stranger sitting next to her.
She turned her gaze to the girl with a bright wide awkward smile wearing a pair of medicated glasses dressed in a long blue gown and a big brown sweater at the top, she had long brown hair that flowed stylefully over her shoulder and deep blue eyes just like hers.
"Well at least the school has nerds and not all delinquents." she thought offering Anne a polite smile
"Evelyn, and thank you for the compliment," she replied
"Nice to meet you Evelyn." she said with a bright smile "Are you in your junior or senior year?." she asked enthusiastically looking at Evelyn with visible admiration.
"Senior year 1."
"Wow, same here," she exclaimed with a wide grin "It feels good to know there's gonna be at least one normal-looking person in my class, I have been quite anxious you know, I have heard a lot of rumors about this school filled with nothing but delinquents, especially in the senior year, I had expected everyone in the senior year to you know have tattoos, ear piercing and all of that," Anne whispered to evelyn who chuckled lightly
"Me too." came eve's short reply, she didn't feel like making any friends, not especially to one that would draw her unnecessary attention, She was used to being alone having no one to rely on all her life, solitude was something that had subconsciously that had become part of her.
"The other students aren't looking that bad," Anne said in a low voice as she glanced through the students present with them on the bus.
Hearing Anne, Evelyn too followed suit and glanced at the students, some of which who stared back at her in awe and admiration at her long white as-snow hair, she however ignored their probing gaze as she was used to people gawking at her all her life, and like Anne, she found the students strangely normal looking, quite frankly she had expected all or at least most of the students to have piercings or tattoos, to her surprise only a few of them present had those.
Were the rumors perhaps a false exaggeration?, "Hmm maybe it's not as bad as people say it is."
"OH MY GOD!" one of the girls present On the bus exclaimed out loud with a gasp, followed by a series of muttering mostly coming from the girls on the bus
"What is happening?" The startled anne asked with a knitted brow coming to settle on her delicate petite looking face, out of curiosity Evelyn turned backward to find what caused the sudden commotion.
GASP
Evelyn gasped out loud in surprise and shock, at the back seat of the bus was a boy with extreme beauty who looked straight out of a woman's wet fantasy, the extremely good-looking boy had long jet-black hair at shoulder's length with thick brows, blue eyes as luring and as the deep blue ocean and his jawline seemed to have been carved specially by a Greek god, he was very tall and quite muscular in built with a broad shoulder.
Albeit his appearance was Impossibly beautiful his aura, however, reeked of danger, in contrast to the appearance he appeared cold as he was dressed in long black sleeves unbuttoned at the top exposing his drool-worthy chiseled chest, and black pants, he wore black Gothic looking earrings and had rings placed at each of his fingers.
Settled in between his red seductive looking lips was a cigarette which he had taken from his pocket not too long ago, he was the topical pretty bad boy Evelyn thought to herself, the type of boy who viewed women as satisfactory objects.
Though all the girls on the bus were at the moment stealing glances at the Impossibly good-looking boy none of them were brave enough to make a move afraid of the dangerous aura that reeked out of him. It was as though he was the personification of the word, look but don't touch.
Whoever this guy was they could all easily tell he was no ordinary man, the pretty boy had just taken off his cap and facemask which immediately brought him attention.
Drooling like the others, Evelyn felt her heartbeat skyrocket when the bad boy in the back seat gazed directly back at her with a blank expression etched on his beautiful face, embarrassed she quickly turned forward with her cheeks flushed red
"HEY, NO SMOKING ON THE BUS, WHO THE FUCK DO YOU THINK YOU ARE!." The driver yelled furiously at the pretty boy sitting nonchalantly at the back puffing out smoke every once in a while ignoring all the drooling glances he got from the girls, reeking aura of arrogance and authority
"I own the bus and the place you work at" he replied nonchalantly
"WHO THE FUCK ARE YOU?!" the driver cursed harshly at him annoyed at his nonchalant delusional statement and his disrespectful nature
"Leonard."
"Leonard fucking who?" the bus driver inquired harshly
"Leonard fucking Donovan,"
1 Juni 2021 Sore hari, selalu menjadi jam-jam paling sibuk nan riuh di Busan. Hari ini pun masih sama seperti hari-hari lainnya. Stasiun kereta itu terlihat sangat penuh, dipenuhi oleh penumpang yang bersiap-siap akan kembali ke rumahnya masing-masing. Tak terkecuali bagi si wanita di usianya yang berada di kepala dua. Wanita itu terlihat berlarian mengejar sebuah kereta yang akan segera pergi. Beberapa orang melihatnya dengan tatapan aneh, namun ia tidak memedulikannya. Hal terpenting baginya adalah ia tidak ingin ketinggalan kereta itu. Ia berlarian seraya menenteng sebuah rangkaian bunga berwarna ungu di tangan kanannya. Begitu pintu kereta terbuka, ia langsung berdesak-desakkan dengan penumpang lainnya. Wanita itu menghembuskan napas lega begitu dapat masuk ke dalam kereta dengan selamat. Karena kereta itu sangatlah penuh, ia pun mengambil tempat duduk yang terdekat dengannya. Di sebelahnya, terdapat dua anak perempuan berseragam. Kedua anak tersebut mengingatkannya saat ia masi
[Park Hyunjae’s POV]Satu bulan berlalu ….“Sekali lagi, saya mengucapkan selamat kepada ke-sepuluh trainee yang berhasil dan lolos melewati acara survival show ini dengan baik. Kami akan menunggu debut kalian!” Begitu pembawa acara dari tayangan televisi mengumumkan keberhasilan kami, semua langsung bersiap untuk memegang gelas mereka masing-masing. Kami tersenyum memandangi satu sama lain.“Haruskah kita memulainya sekarang?” tanya manajer kami. “Cheers!”“Cheers!” ucap kami serempak. Kami langsung mendentingkan gelas kami satu sama lain dan meneguk minuman anggur itu bersamaan.“Bukankah ini pertama kalinya kita merayakan ini secara resmi?” tanya manajer kami.“Itu dapat dimaklumi. Kita ‘kan memang sedang sibuk untuk menyiapkan keperluan debut kita,” sahut Lee Dae sambil memegang gelas kosong di tangannya.“Jangan dengarkan dia, ya? Kalian juga harus bersenang-senang. Nikmatilah masa muda kalian, itu tidak akan datang dua kali.” Seperti biasa manajer kami selalu memberi nasihat ya
[Kim Young Mi’s POV]Napasku menderu karena sehabis berlari. Aku menoleh ke kanan dan ke kiri dan tidak menemukan satu pun orang yang dapat kumintai pertolongan. Apakah perumahan orang kaya selalu sesepi ini? Perasaanku kian gelisah dan tak kunjung tenang, serasa ada yang mengganjal di dalam hatiku. Hanya ada satu orang yang dapat kupikirkan di dalam benakku saat ini.Kuhentikan langkahku dan memastikan alamat yang diberikan Jen benar. Aku bahkan sudah melewati gang ini dua kali. Mengecek setiap rumah yang ada, namun rumah yang ditujukan Jen hanya satu. Rumah dengan blok A bernomor 27. Apakah aku salah? Aku mendekati rumah yang sudah kulewati dua kali itu. Rumah itu sangatlah besar dan megah. T-tapi, mengapa di depan pagarnya ada sebuah bendera berwarna kuning yang menunjukkan seseorang baru saja meninggal?Aku berlari kecil ke arah rumah itu. Di depan rumah terdapat sebuah pos satpam kecil. Salah satu satpam itu menyadari kedatanganku dan langsung menghampiriku.“Apa kau sedang menca
[Yoon Jae’s POV]“Mengapa sampai sekarang mereka belum memberi kita asrama juga?”Lamunanku buyar, ketika salah satu dari mereka mulai mengoceh kembali. Oh astaga, aku hanya menginginkan sebuah istirahat yang tenang dan damai tanpa siapapun mengangguku. Dan, lagi-lagi mereka terus membahas mengenai hal yang sama. Aku sudah cukup lelah mendengar protesan dari mereka semua.Yeon Seok bangkit berdiri dan sekilas aku dapat melihat matanya mengerling padaku. Ia mendatangi trainee baru yang baru saja membuka suara itu dan mengcengkeram kerahnya.“Hei, anak baru, kau jangan berulah terus. Mereka tidak akan memberikanmu apa yang kita butuhkan selama kita tidak mengalami peningkatan apapun.”Salah satu teman Yeon Seok bersuara, “Kau seharusnya belajar dari kami. Bahkan sampai bertahun-tahun memendam di agensi sialan ini, mereka juga tidak akan pernah memberi kami asrama. Setidaknya hingga kita berhasil debut.”Seorang trainee yang baru saja protes itu langsung bergeming di tempatnya. Aku melih






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
commentaires