Kepergianku Membuatnya Gila
Pada tahun kelima sejak aku menikah dengan tuan ketua mafia, aku menyadari bahwa jimat pelindung yang dia berikan dan selalu kupakai membuat kepalaku sering terasa pusing.
Aku mengeluarkan pil yang tersembunyi di dalam jimat itu lalu membawanya ke rumah sakit keluarga.
Dokter menelitinya sejenak, lalu mengatakan bahwa benda itu sama sekali bukan obat penenang, melainkan sejenis racun kronis. Jika dipakai dalam waktu lama, bukan hanya dapat menyebabkan kemandulan, tetapi juga menimbulkan kerusakan serius pada tubuh.
Aku langsung runtuh dan berseru, “Nggak mungkin. Ini pemberian suamiku. Namanya Vincent Kora, dia juga pemilik di balik rumah sakit ini.”
Dokter itu tampak curiga dan berkata, “Nona, gimana kalau Anda periksakan diri ke bagian psikologi? Aku kenal Pak Vincent dan istrinya. Hubungan mereka sangat baik, dan belum lama ini sang istri baru saja melahirkan. Sekarang mereka sedang di ruang VIP lantai atas buat jenguk anak mereka.
Sambil berkata demikian, dia membuka foto di ponselnya.
Di dalam foto, Vincent mengenakan setelan jas hitam khas keluarganya sambil menggendong seorang bayi di lengannya.
Di sampingnya berdiri seorang wanita ....
Aku mengenalnya, namanya Claudia.
Dialah adik angkat yang selalu disebut-sebut oleh Vincent.