Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Antara Janji dan Pengkhianatan

Antara Janji dan Pengkhianatan

Sahabatku yang patah hati, mabuk-mabukan di bar. Dia lalu meneleponku untuk menjemputnya pulang. Begitu sampai di area sofa di bar, aku justru melihat sahabatku merangkul leher tunanganku sambil bermanja-manja. "Ivan, aku sudah menunggumu selama tujuh tahun. Apa kamu belum bosan juga main-main sama Dinda?" Pria yang dahulu bersumpah akan memberiku pernikahan termegah abad ini, saat ini justru memeluk sahabat terdekatku dengan tersenyum penuh kasih sayang. Kemudian, Ivan menghabiskan banyak uang untuk membeli berita utama media di seluruh kota, demi melamarku di depan publik. Di depan kamera siaran langsung, aku tersenyum tenang sambil mengangkat tangan kananku yang dihiasi cincin berlian sepuluh karat. "Maaf Pak Ivan, aku sudah bosan bermain-main denganmu. Aku sudah menikah dengan orang lain."
Baca
Tambahkan
Perjalanan Menuju Cinta Sejati

Perjalanan Menuju Cinta Sejati

Selama tujuh tahun aku menjalin hubungan tanpa status dengan Handi Wenas, dan dia juga tidak pernah berpikir untuk menikahiku. Kini, dia memutuskan untuk menikahi putri keluarga konglomerat Barata. Hanya ada satu syarat dari mereka, yaitu agar Handi melepaskan untaian gelang manik-manik cendana yang selalu dipakainya. Handi hanya terdiam tanpa ekspresi dan berkata dengan tenang, "Itu cuma benda biasa, aku juga sudah bosan memakainya." Lalu dengan santai dia melemparkannya dari balkon ke loteng di sebelah. Kebetulan, loteng itu terbakar, dan tidak ada yang menyangka aku akan nekat masuk untuk mengambil gelang manik-manik cendana itu. Kemudian, seorang netizen mengungkapkan bahwa gelang manik-manik cendana itu aku dapatkan dengan berlutut di Candi Dharma pada saat hujan deras.
Baca
Tambahkan
Seratus Pengampunan

Seratus Pengampunan

Seseorang bisa sekaya apa? Suamiku sangat kaya, orang-orang menjulukinya Bayang Kota, karena hampir separuh properti di Kota Bara adalah miliknya. Selama lima tahun menikah, setiap dia pergi menemani cinta pertamanya, dia akan memberikan sebuah rumah padaku. Setelah aku memiliki 99 rumah, suamiku menyadari bahwa aku berubah. Aku tidak menangis dan mengeluh, bahkan tidak memohon padanya untuk menemaniku. Aku memilih sebuah vila terbaik di Kota Bara, lalu menyiapkan surat pengalihan properti dan memintanya untuk menandatangani surat itu. Setelah menandatangani surat pengalihan properti, suamiku mencoba untuk menghiburku. "Tunggu aku pulang, aku akan membawamu pergi melihat kembang api." Aku menyimpan surat itu dengan tenang sambil mengiakan. Namun, aku tidak memberitahunya bahwa surat yang ditandatangani kali ini adalah surat perceraian kami.
Cerita Pendek · Romansa
16.4K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
Akibat Bos Wanita Itu, Sang Dewa Medis Turun Gunung

Akibat Bos Wanita Itu, Sang Dewa Medis Turun Gunung

Pein
Bagaimana jika seorang pria yang melepaskan segala kemewahan dan bakat luar biasa, hanya untuk hidup tenang, tiba-tiba dipaksa kembali ke dunia yang ditinggalkannya? Nathaniel Clain, pewaris keluarga kaya dengan kecerdasan luar biasa, sejak kecil dikenal sebagai jenius medis. Namun, demi menghindari perseteruan keluarga dan hidup tanpa tuntutan, Nathan memilih mundur dari segala tanggung jawabnya dan menjalani kehidupan sebagai mahasiswa miskin nan sederhana. Sayangnya, hidup Nathan yang damai terancam setelah dirinya terlibat dengan seorang bos wanita cantik, Adelina, yang hampir diperkosa. Tanpa disadari, wanita itu menyeret Nathan keluar dari persembunyiannya, memaksanya kembali menggunakan keahlian medisnya, dan menghadapi konflik yang selama ini dihindarinya. Akankah Nathan mampu bertahan dalam pusaran intrik yang dipicu oleh bos wanita cantik itu?
Urban
101.3K DibacaOngoing
Baca
Tambahkan
Luka yang Terulang 99 Kali

Luka yang Terulang 99 Kali

Saat aku terkena radang usus buntu akut, orang tua, kakak, dan tunanganku sedang sibuk merayakan ulang tahun adikku. Di luar ruang operasi, aku menelepon berkali-kali mencari kerabat untuk menandatangani formulir persetujuan, tapi semua orang menolak panggilanku dengan kejam. Setelah menutup telepon, tunanganku mengirim pesan. [Hana, berhenti bercanda. Hari ini ulang tahun ke-18 Wulan. Tunggu habis pesta dulu, kalau mau bicara.] Aku pun meletakkan ponselku dan dengan tenang menandatangani namaku pada formulir persetujuan. Ini sudah ke-99 kalinya mereka meninggalkanku demi Wulan. Kalau begitu aku ingin meninggalkan mereka juga. Aku sudah tidak sedih lagi atas sikap mereka yang pilih kasih. Sebaliknya, aku menuruti setiap permintaan mereka. Mereka semua mengira aku semakin pengertian, tapi mereka tidak tahu bahwa aku akan pergi selamanya.
Cerita Pendek · Romansa
10.3K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
Suamiku Merasa Jijik Saat Aku Hamil, Setelah Bercerai Dia Menyesal

Suamiku Merasa Jijik Saat Aku Hamil, Setelah Bercerai Dia Menyesal

Saat hamil tujuh bulan, suamiku, Ben Harsono, menganggap aku kotor. “Jangan sentuh aku!” Di depan pintu masuk, ia mendorongku dengan jijik. “Bau minyak dapur, menjijikkan.” Mertuaku keluar dari kamar setelah mendengar keributan. Ia pun menyerahkan semangkuk sup sarang burung yang baru direbus kepada Ben. “Sandra, kamu tidak tahu kalau Ben punya germofobia? Sudah hamil begini masih tidak bisa menjaga kebersihan?” “Ben sudah lelah bekerja, tidak bisakah kamu membuatnya lebih tenang?” Aku memandang ibu dan anak itu dengan perut yang terasa mual dan bergejolak. Saat aku berbalik, layar ponselku menyala. Sebuah foto terpampang jelas. Itu adalah asisten baru Ben, Lina. Di foto, wanita itu bersandar mesra di bahu Ben, tersenyum cerah. Latar tempatnya ... kamar tidurku.
Baca
Tambahkan
Cahaya Hidupku

Cahaya Hidupku

Perempuan simpanan Ervando sedang merajuk lagi. Ervando menyerahkan Surat Perjanjian Cerai padaku. "Tandatangani saja, cuma formalitas untuk menenangkan cewek itu." Aku mencengkeram ujung rokku erat-erat, mengangguk. Dengan tenang aku menandatangani namaku. Saat pergi, aku mendengar teman-temannya bercanda, "Dia ini sungguh penurut, ya? Jangan-jangan kalau kamu suruh dia ambil akta cerai pun, dia bakal diam saja tanpa protes?" Ervando dengan senang hati menyalakan sebatang rokok. "Mau bertaruh?" Mereka bertaruh bahwa sebulan kemudian di kantor catatan sipil, aku akan menangis tersedu-sedu, tetapi tetap patuh, tanpa keluhan menukar akta nikah dengan akta cerai. Aku menggenggam ponselku, tidak bersuara. Hanya membalas pesan yang baru saja masuk: [Kalau begitu, kamu menikah saja denganku, apa nggak bisa?] [Bisa.]
Baca
Tambahkan
Di Balik Gunung, Ada Bulan yang Menunggu

Di Balik Gunung, Ada Bulan yang Menunggu

Aku, putri tunggal sang raja judi, lahir dan tumbuh di tengah darah serta intrik. Ayah demi melindungiku, membesarkan sembilan pria untuk menjadi perisai hidupku. Begitu dewasa, aku harus memilih satu di antara mereka sebagai tunanganku. Namun, tanpa ragu aku mencoret nama Dikta Maulana, meski dialah yang selama ini ada di hatiku. Karena aku masih ingat jelas… di kehidupan sebelumnya, tepat di hari pertunanganku, aku diculik musuh keluarga. Paku beracun ditancapkan menembus telapak tanganku. Dengan tubuh gemetar, aku menelepon Dikta, berharap dia menyelamatkanku. Tapi yang kudengar hanya suara dinginnya, suara yang menghancurkan seluruh harapanku. “Larisa, jangan pakai lelucon membosankan ini. Lokasimu jelas-jelas masih di kamar hotel!” “Demi mendapatkanku, kamu bahkan rela membuat drama murahan. Menjijikkan!” Lalu… tawa manja seorang wanita terdengar di ujung telepon. Air mataku jatuh, mataku terpejam penuh putus asa. Saat sangkar besi ditenggelamkan ke dasar laut, air asin yang dingin menyesakkan hidung dan mulutku. Di sanalah hidupku benar-benar berakhir. Namun ketika membuka mata kembali… aku berada di hari saat ayah memintaku memilih tunangan. Kali ini tanpa ragu, nama pertama yang kucoret adalah Dikta! Tapi di pesta pertunanganku dengan Tomi Kurniawan… Kenapa dia justru menangis, memohon agar aku menikah dengannya?
Baca
Tambahkan
Fragmen di Bawah Hujan

Fragmen di Bawah Hujan

Hujan selalu menjadi saksi dari segala yang hilang — juga dari kata-kata yang tak sempat diucapkan. Nara, seorang penulis yang kehilangan semangat hidup setelah patah hati dan kegagalan karier, kini menjalani hari-harinya tanpa arah. Di sebuah klinik pemulihan jiwa di kota kecil yang selalu diguyur gerimis, ia bertemu Ravindra — terapis pendiam yang menyembunyikan rahasia kelam di balik tatapan tenangnya. Diam-diam, Ravindra mengumpulkan setiap tulisan yang Nara buang dan merangkainya menjadi satu buku berjudul “Fragmen di Bawah Hujan.” Antara terapi dan perasaan yang tumbuh tanpa mereka sadari, keduanya saling menyembuhkan — tapi juga perlahan menyadari bahwa cinta tak selalu berarti memiliki. Sebuah kisah tentang kehilangan, penyembuhan, dan cinta yang datang seperti hujan — tenang, tapi meninggalkan jejak yang tak mudah hilang.
Romansa
10660 DibacaOngoing
Baca
Tambahkan
Terjerat Cinta Tuan Penguasa Hiburan Malam

Terjerat Cinta Tuan Penguasa Hiburan Malam

"Kami mafia, bukan pemuka agama. Pengampunan tidak ada dalam acara" Ariadna bergidik mendengar kalimat tanpa ruang diskusi itu. Benar juga, suaminya bukan orang biasa. Menikah dengan mafia bukan bagian dari rencana hidup Ariadna. Tapi ketika ayahnya terseret skandal dan satu koper “uang cinta” berubah jadi berita nasional, pilihannya hanya dua: menikah atau ikut tenggelam bersama keluarganya. Vernando Maheswara, CEO Klub Malam sekaligus mafia berdasi,, menerima pernikahan itu tanpa banyak tanya. "Aku menikah bukan untuk berpisah" katanya ketika Ariadna menawarkan pernikahan kerjasama. Tapi semakin Ariadna mengenalnya, semakin ia sadar: pria ini menyimpan rahasia yang jauh lebih kelam daripada dunia hiburan malam. Sekarang, ia tinggal serumah dengan pria paling tenang, paling berbahaya—dan mungkin... paling menghancurkan.
Romansa
10602 DibacaOngoing
Baca
Tambahkan
Sebelumnya
1
...
2324252627
...
43
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status