DEKAP HANGAT KAKAK TIRIKU
Lengan kaus itu sedikit ditarik ke atas, memperlihatkan otot dan urat-urat maskulin di lengannya.
"Ya, Mas?" cicit Rania, berusaha mengalihkan perhatian Sadewa yang sedari tadi sudah menelanjangi penampilannya dengan tatapan gelap dari ujung rambut hingga ujung kaki.
"Kamu lama sekali di dalam. Kupikir ada sesuatu yang buruk terjadi padamu. Kamu terpeleset?" ucap Sadewa, melangkah maju satu langkah, mempersempit jarak mereka.