Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Malam Kelam di Tempat Karaoke

Malam Kelam di Tempat Karaoke

"Gery, itu putriku! Ke mana tanganmu meraba-raba?" Di dalam ruangan tempat karaoke, rekanku Gery mabuk berat dan salah mengira putriku sebagai gadis pemandu lagu. Tangannya meraba-raba paha putriku, bahkan hampir menyelinap ke balik roknya. Yang tidak masuk akal, putriku justru tampak haus dan menikmati rabaan itu. Aku melirik putri Gery yang duduk di samping, dadanya yang seputih salju seolah hampir meledak menembus pakaiannya. Jika situasinya begini, jangan salahkan aku kalau aku pun mengincar putrimu!
Cerita Pendek · Gairah
1.7K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
Cerita di Kereta Bawah Tanah

Cerita di Kereta Bawah Tanah

Di dalam gerbong kereta yang sesak. Seorang wanita yang tak sanggup lagi menahan godaanku sedang memegangi perut bagian bawahnya, memohon padaku dengan suara putus-putus, “Jangan… jangan di sini… terlalu banyak orang…” Tapi aku yang sudah merasakan manis tubuhnya, mana mungkin bisa berhenti begitu saja? Aku menjawab wanita itu dengan suara baritonku untuk menggodanya, “Kamu tidak memakai celana dalam, sengaja agar lebih mudah, 'kan? Jangan takut, aku akan pelan-pelan…” Tak kusangka, setelah semuanya terlanjur terjadi, aku baru mengetahui kenyataan mengejutkan bahwa wanita yang ada dalam dekapanku saat ini adalah ibu tiri pacarku.
Cerita Pendek · Gairah
5.8K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
Gairah Anak Sahabatku

Gairah Anak Sahabatku

"Bi Ellie, kalau kamu nggak mau beri tahu pihak kampus soal putramu, sebaiknya kamu menurut." Teman sekelas putraku di universitas memeluk pinggangku dan memaksa ingin mengangkat rokku. Aku terus meronta, tapi entah kenapa di dalam hatiku justru timbul gelora yang membara ....
Cerita Pendek · Gairah
5.4K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
Pemandangan Terakhir Anakku

Pemandangan Terakhir Anakku

Di hari ulang tahun putra kami yang kelima, kami sekeluarga pergi melihat hujan meteor. Di tengah perjalanan, suamiku menerima telepon dan pergi terburu-buru. Tengah malam, asma putraku kambuh dan satu-satunya obat yang ada malah tertinggal di dalam mobil suamiku. Aku menggendongnya, berlari pontang-panting di tengah alam liar yang sepi tak berpenghuni. Aku berulang kali mencoba menelepon suamiku, tapi yang kudapat hanyalah balasan pesan dingin yang berisi, [Aku ada urusan mendesak, jangan ganggu.] Keesokan harinya, akhirnya aku menerima telepon dari suamiku. Tapi, yang terdengar malah suara cinta pertamanya. “Tadi malam tiba-tiba anjingku sakit dan meninggal. James takut aku sedih, jadi dia menemaniku semalaman. Dia baru tidur sekarang, kalau ada pesan, sampaikan saja padaku.” Aku mengelus wajah putraku yang sudah membiru, lalu menjawab, “Sampaikan padanya, kita cerai saja.”
Baca
Tambahkan
Aku Tak Punya Siapapun Lagi

Aku Tak Punya Siapapun Lagi

Dokter berkata, aku hanya sisa tiga hari. Gagal hati akut. Satu-satunya harapan adalah uji klinis yang sangat berisiko, peluang terakhir dan paling tipis bagiku untuk bertahan hidup. Namun, suamiku, David, malah memberikan kuota yang tersisa kepada adik perempuan angkatku, Emma, yang juga merupakan ibu baptis putriku. Kondisi penyakitnya masih dalam tahap awal. Dia bilang itu adalah “pilihan yang tepat” karena dia “lebih pantas untuk hidup.” Aku pun menandatangani dokumen untuk menghentikan pengobatan dan meminum obat pereda nyeri berdosis tinggi yang diresepkan oleh dokter. Ganjarannya adalah organ dalamku akan gagal berfungsi dan aku akan kehilangan nyawa. Ketika aku menyerahkan perusahaan perhiasan dan rancangan desain yang telah aku kerjakan dengan susah payah kepada Emma, ayah dan ibu memujiku karena menjadi “kakak perempuan yang baik”. Ketika aku setuju untuk bercerai dan membiarkan David menikahi Emma, David mengatakan “akhirnya aku bersikap perhatian”. Ketika aku membiarkan anakku untuk memanggil Emma dengan sebutan ibu, anakku bertepuk tangan dengan gembira dan berkata, “Emma adalah ibu yang lembut dan baik.” Ketika aku memberikan semua hartaku kepada Emma, seluruh keluargaku menganggapnya wajar dan tidak melihat sesuatu yang aneh pada diriku. Aku sangat penasaran, apakah mereka masih bisa tertawa setelah mendengar berita kematianku?
Baca
Tambahkan
Terlahir Kembali di Tubuh Ibu Tiri Kejam

Terlahir Kembali di Tubuh Ibu Tiri Kejam

Gu Qingran tidak pernah menyangka hidupnya berubah drastis setelah jatuh pingsan di ruang operasi. Namun saat membuka mata, ia justru terbangun di dalam novel kuno yang pernah dibacanya—menjadi tokoh ibu tiri paling dibenci, bertubuh gemuk, buruk rupa, dan berakhir mati mengenaskan di tangan suaminya sendiri. Sebagai Nyonya muda keluarga Gu, hidup Gu Qingran dipenuhi hinaan. Suaminya, Gu Jixuan, membencinya. Ibu mertuanya menganggapnya pembawa sial. Bahkan putra tirinya, Gu Jinyi, takut padanya. Dan lebih buruk lagi…wanita putih teratai bernama Lu Anxi selalu menjadi favorit semua orang. Mengetahui akhir tragis yang menantinya, Gu Qingran memutuskan satu hal, ia akan mengubah takdirnya sendiri. Mulai dari menyelamatkan Gu Jinyi dari kematian, mengubah tubuhnya yang gemuk , hingga membuat seluruh keluarga Gu menyesali cara mereka memperlakukannya. Namun semakin Gu Qingran berubah, semakin Gu Jixuan mulai memperhatikannya. Wanita yang dulu ia benci… perlahan menjadi sosok yang tak bisa ia abaikan lagi. "Bukankah dulu kau sangat ingin mendapatkan perhatianku?" tanya Gu Jixuan dingin. Gu Qingran hanya tersenyum santai. "Maaf, Tuan Gu. Sekarang aku sudah tidak tertarik lagi."
Zaman Kuno
10157 DibacaOngoing
Baca
Tambahkan
Demi Selingkuhan, Kakak Rela Mengorbankan Kami

Demi Selingkuhan, Kakak Rela Mengorbankan Kami

Di kehidupan sebelumnya, kakakku rela mengantar wanita simpanannya keluar kota hanya karena wanita itu bilang ingin melihat hujan meteor. Dia pun membawa seluruh pengawal di rumah dan mengemudi keluar kota demi menciptakan malam hujan meteor untuk wanita itu. Tak disangka, musuh lama yang pernah dihancurkan oleh kakakku malah memanfaatkan kesempatan itu untuk menyelinap ke rumah. Dia berusaha membantai seluruh keluarga sebagai pembalasan dendamnya. Ibu berjuang mati-matian untuk melindungiku. Dia terluka parah dan nyaris kehilangan nyawa. Aku terus-menerus menelepon kakakku, memohon agar dia segera pulang membawa bantuan. Akhirnya, dia pun terpaksa pulang bersama pengawal. Musuhnya berhasil ditangkap, tapi malah datang kabar buruk dari luar kota. Wanita simpanan itu meninggalkan sepucuk surat dan menghilang. Entah hidup atau mati, tak ada yang tahu. Dalam suratnya, dia menuduhku dengan kejam. Katanya aku sengaja memancing kakakku menjauh darinya, hingga dia disiksa oleh musuh dan memilih mengakhiri hidup. Kakakku hanya membakar surat itu tanpa ekspresi dan menyuruhku jangan memikirkannya. Setelah kejadian itu, kakak pun disalahkan. Ayah memutuskan menyerahkan kendali perusahaan padaku. Namun, di malam perayaan syukuran itu, aku dibunuh oleh kakakku di kamar tidurku sendiri. Wajahnya tanpa emosi dan berkata, “Orang sekejam kamu memang pantas mati.” “Yang seharusnya mati itu kamu! Aku yang seharusnya menjadi pewaris keluarga ini!” Aku mati tak tenang, tapi saat membuka mata kembali, suara pintu vila didobrak oleh para musuh pun terdengar dari luar.
Baca
Tambahkan
Ujian Kesetiaan Saudara

Ujian Kesetiaan Saudara

“Dasar genit … sudah pengin dari tadi, ‘kan…?” Malam tahun baru, kakak membawa pulang pacar yang sexy dan menggoda. Bukan hanya melalui kata-kata, bahkan saat aku ke kamar mandi pun dia tak melepaskanku. Dia sengaja membawa baskon ke dalam, lalu berjongkok tepat di hadapanku. “Bantu aku bersihkan bokongku … boleh, ‘kan?” Melihat pemandangan ini, aku benar-benar tak bisa menahan diri lagi, tanganku langsung mengulur ke arahnya….
Cerita Pendek · Gairah
4.4K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
Hadiah yang Kusiapkan Untuk Suamiku

Hadiah yang Kusiapkan Untuk Suamiku

Di sebuah acara kumpul-kumpul kecil bersama teman-teman, suamiku, Charles Gunandi ditanya teman baiknya dengan bahasa Prancis, “Wanita simpananmu sedang hamil dua bulan, kamu mau gimana tangani?” Bibir Charles melengkung, sambil dengan penuh perhatian mengupas udang dan mengambil sayur untukku. Lalu dia menjawab dalam bahasa Prancis, “Jenny tidak suka anak-anak, aku akan menyuruh Shinta melahirkan anak itu dan membesarkannya di luar negeri, agar bisa punya ahli waris.” Aku sambil memakan udang, air mata mengalir di pipiku. Charles bertanya dengan panik, “Jenny, kamu kenapa?” Aku menghapus air mataku dan menjawab sambil tersenyum, “Saus udangnya terlalu pedas.” Tapi saus udang itu jelas-jelas hanya kecap asin, air mataku menetes karena aku mengerti bahasa Prancis.
Baca
Tambahkan
Tugas Tambahan untuk Ibu Susu

Tugas Tambahan untuk Ibu Susu

Aku datang ke rumah bos untuk menjadi ibu susu. Namun, payudaraku yang merembeskan ASI malah membuat kemejaku berantakan. Aku buru-buru mencoba membereskannya, tetapi keadaannya justru makin buruk. Seluruh tubuhku kini penuh dengan noda ASI dan bos sama sekali tidak bisa memalingkan pandangannya dariku. Di bawah tatapan panasnya yang membara itu, aku merasa malu karena tubuhku justru mulai memberikan reaksi. Saat aku berada di dalam kamar mandi dengan tubuh yang lemas tak berdaya, mencoba mengatasi gejolak hasratku, aku justru merasa gairahku makin menjadi kuat. Tiba-tiba, bos muncul di hadapanku dan menangkup lembut payudaraku. "Anakku nggak bisa menghabiskan semuanya, jadi orang tuanya yang akan bertanggung jawab." Setelah berkata seperti itu, dia pun mengulum putingku.
Cerita Pendek · Gairah
114.8K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
Sebelumnya
1
...
454647484950
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status